Bentrok Berdarah Dua Desa di Maluku, 2 Tewas 6 Luka

MALUKU – Bentrokan antarwarga kembali pecah di wilayah Maluku. Kali ini, konflik melibatkan warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru. Insiden yang berlangsung sejak Kamis 1 Desember 2026 hingga Jumat 2 Desember 2026 tersebut menelan korban jiwa dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik horizontal di kawasan perbatasan desa.

Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia, yakni Antoni Sareman dari Desa Longgar dan Hery Marlisa (40). Selain korban tewas, enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan yang melibatkan senjata tajam dan senjata tradisional. Dari Desa Longgar, korban luka masing-masing Aleksander Djontar, Abdul Haji Rahantan, dan Laurensia Jerwy. Sementara dari Desa Apara, korban luka adalah Remon Onaola, Muharam Difinubun, dan Karel Gwejor.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bentrokan bermula dari insiden pemukulan terhadap dua warga Desa Longgar yang hendak membeli minuman keras tradisional jenis sopi di Desa Apara. Kedua warga tersebut dihadang oleh sekelompok pemuda saat melintas di wilayah perbatasan desa, sebelum akhirnya menjadi korban kekerasan dan melarikan diri.

Peristiwa itu memicu kemarahan warga Desa Longgar. Tak lama berselang, sekelompok warga mendatangi area perbatasan untuk mencari pihak yang diduga melakukan pemukulan. Ketegangan pun berubah menjadi bentrokan terbuka ketika kedua kelompok warga saling berhadapan dan melakukan penyerangan menggunakan parang, senapan angin, serta busur panah.

Upaya mediasi sempat dilakukan oleh tokoh agama setempat. Namun, usaha tersebut tidak berhasil menghentikan amukan massa. Bentrokan justru meluas saat warga dari kedua desa terus berdatangan ke lokasi, khususnya di sekitar lapangan SMA Negeri 8 Aru Selatan.

Aparat keamanan yang terdiri dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa sempat berusaha meredam situasi. Namun, konflik kembali pecah pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIT, ketika warga Desa Apara dilaporkan kembali menyerang wilayah Desa Longgar. Akibat bentrokan lanjutan tersebut, korban jiwa dan luka pun bertambah.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihaknya telah mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan lokasi.
“Personel Brimob dan anggota Polres sudah kami kirim melalui jalur laut untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas,” ujar Albert, Jum’at (02/01/2026).

Ia menegaskan bentrokan dipicu persoalan klaim kepemilikan lahan di wilayah perbatasan kedua desa yang telah lama menjadi sumber ketegangan.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel turun langsung ke lokasi bentrokan untuk meredakan situasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Saya meminta masyarakat menyerahkan penanganan masalah ini sepenuhnya kepada aparat dan menjaga persaudaraan antarwarga Maluku,” kata Timotius dalam pernyataan tertulis.

Hingga Jumat siang, kondisi keamanan dilaporkan berangsur kondusif setelah aparat keamanan berjaga di wilayah perbatasan kedua desa. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com