MEMPAWAH – Tersangka kasus penganiayaan maut di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, berinisial SY (38) akhirnya membeberkan versi kronologi kejadian yang menyeretnya ke balik jeruji besi. Pengakuan itu disampaikan SY saat rekonstruksi perkara yang digelar Satreskrim Polres Mempawah, Kamis (08/01/2026).
Rekonstruksi berlangsung di halaman Mapolres Mempawah dan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Mhd Ginting, serta disaksikan perwakilan Kejaksaan Negeri Mempawah. Dalam proses tersebut, tersangka memperagakan 31 adegan, mulai dari awal kejadian hingga peristiwa penganiayaan yang berujung maut.
Di hadapan penyidik dan awak media, SY mengakui perbuatannya. Ia menyebut insiden berdarah itu dipicu oleh luapan emosi yang tak mampu ia kendalikan. “Saat itu emosi saya sudah memuncak. Korban sempat mendorong saya, dan di situ saya benar-benar kehilangan kontrol,” ungkap SY.
Terkait senjata tajam yang dibawanya, SY menegaskan bahwa parang tersebut bukan disiapkan untuk menyerang. “Parang itu bukan untuk melukai orang. Awalnya hanya mau saya gunakan untuk mengambil buluh bambu sebagai tiang antena,” ujarnya.
Dengan nada suara bergetar, tersangka juga menyampaikan penyesalan mendalam atas perbuatannya yang berujung hilangnya nyawa seseorang. “Saya menyesal sedalam-dalamnya. Kepada keluarga korban, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ucapnya lirih.
Diketahui sebelumnya, peristiwa tragis ini bermula saat SY hendak membawa pulang hasil tangkapan kerang atau kepah seberat sekitar 20 kilogram. Karena merasa keberatan, ia berniat mengambil sepeda motor yang diparkir di pintu gerbang kawasan perusahaan.
Namun, niat tersebut ditolak oleh pihak perusahaan. Penolakan itu memicu adu mulut yang berujung pada ketegangan. Situasi semakin memanas setelah terjadi kontak fisik antara tersangka dan korban.
Dalam kondisi emosi tak terkendali, SY kemudian melakukan penganiayaan yang menyebabkan Tjang Mo Liang (60) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya, Hery Firmansyah (43), mengalami luka berat dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap selanjutnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan