TARAKAN — Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kalimantan Utara. Kapal barang KM Rudiansyah 2 yang melayani rute Tarakan–Nunukan dilaporkan mengalami kebocoran parah setelah menabrak batang kayu hanyut di perairan depan Sungai Bandara.
Kapal dengan identitas GT 64 No. 129 Tahun 2015 itu mengalami insiden pada Kamis malam, (08/01/2026), sekitar pukul 20.00 Wita. Benturan keras membuat air laut masuk deras ke bagian kamar mesin, sehingga kapal tidak lagi mampu melanjutkan pelayaran.
Juragan kapal, Abdullah, mengungkapkan bahwa benturan terjadi secara tiba-tiba saat kapal sedang berlayar normal menuju Nunukan.
“Saat itu kapal menghantam batang kayu besar yang hanyut. Setelah benturan, air langsung masuk ke bagian bawah mesin dan kondisinya cepat memburuk,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (09/01/2026).
Menyadari kondisi kapal semakin kritis, nakhoda dan awak kapal segera mengambil langkah penyelamatan dengan menepikan kapal dan meminta bantuan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar di tengah kondisi laut malam hari. “Kami langsung ambil keputusan menepi. Yang terpenting seluruh kru selamat,” kata Abdullah.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan aman sebelum kondisi kapal semakin parah.
KM Rudiansyah 2 diketahui sedang mengangkut muatan barang elektronik yang rencananya akan dikirim ke Kabupaten Nunukan. Namun akibat kebocoran serius yang dialami, kapal dinyatakan tidak layak berlayar. “Kapal sudah tidak bisa dipakai lagi. Muatan langsung dipindahkan ke kapal lain agar pengiriman tetap berjalan,” jelasnya.
Hingga kini, detikKalimantan masih menunggu keterangan resmi dari Basarnas Kota Tarakan terkait kronologi lengkap serta penanganan insiden tersebut. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahaya kayu hanyut di jalur pelayaran yang kerap mengancam keselamatan kapal di perairan Kalimantan Utara. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan