PASER — Pemerintah Kabupaten Paser mulai menempatkan sektor olahraga bukan sekadar sebagai ajang prestasi, tetapi sebagai instrumen penggerak ekonomi daerah. Langkah tersebut ditandai dengan komitmen menjadikan Paser sebagai kawasan sport tourism yang mampu menarik kunjungan dari luar daerah melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan olahraga telah dirancang sejak Paser ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Sejak saat itu, pemerintah daerah secara bertahap melakukan pembangunan dan pembenahan sarana olahraga dengan alokasi anggaran yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
“Pemerintah Kabupaten Paser sudah memiliki tekad, ke depan daerah ini akan kami arahkan menjadi kawasan sport tourism,” ujar Fahmi, Selasa (07/10/2025).
Menurutnya, investasi besar pada fasilitas olahraga tidak semata-mata ditujukan untuk suksesnya Porprov, tetapi juga sebagai fondasi jangka panjang agar Paser mampu menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga berkelanjutan. Ketersediaan venue yang memenuhi standar dinilai membuka peluang digelarnya kompetisi berskala regional hingga nasional, bahkan internasional.
“Setiap tahun nantinya akan ada berbagai kejuaraan dan event olahraga, mulai dari tingkat kabupaten, regional, nasional, dan tidak menutup kemungkinan internasional,” katanya.
Fahmi menegaskan, orientasi pengembangan olahraga ke depan tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi atlet. Pemerintah daerah ingin memanfaatkan olahraga sebagai sektor yang memberikan dampak ekonomi langsung, khususnya melalui peningkatan kunjungan dan perputaran uang di masyarakat.
Konsep sport tourism, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Kehadiran atlet, ofisial, dan penonton dari luar daerah akan membuka peluang usaha, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Melalui sport tourism, kami ingin menghadirkan multiplier effect. UMKM bisa tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan pada akhirnya Pendapatan Asli Daerah juga ikut meningkat,” tuturnya.
Ia menilai sektor olahraga merupakan terobosan strategis untuk memperluas daya tarik Paser. Dengan adanya event rutin, masyarakat luar daerah tidak hanya datang untuk berwisata alam, tetapi juga memiliki alasan lain untuk berkunjung melalui kegiatan olahraga.
“Karena itu, pengembangannya harus konsisten melalui event-event rutin yang mampu menarik peserta dan wisatawan dari berbagai daerah,” pungkas Fahmi. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan