PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, meresmikan Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun Cabang PPU yang berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Minggu (01/02/2026). Peresmian tersebut menjadi tonggak penting bagi penguatan organisasi pencak silat PSHT sekaligus pengembangan pembinaan generasi muda di daerah.
Keberadaan padepokan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga bela diri pencak silat, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat. Selain sebagai sarana latihan, padepokan juga diproyeksikan menjadi ruang pembentukan disiplin, mental, dan moral generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan beretika.
Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan padepokan tersebut, baik dari unsur pengurus PSHT maupun masyarakat yang terlibat secara langsung.
“Kami Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam pembangunan padepokan ini. Semoga keberadaan padepokan PSHT di Desa Girimukti ini memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujar Mudyat.
Menurutnya, padepokan PSHT tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan pencak silat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral dan karakter generasi muda. Ia menilai organisasi pencak silat memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, membangun solidaritas, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di daerah.
“Saya berharap padepokan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai wadah pembinaan generasi muda, mempererat persatuan, serta menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten PPU,” lanjutnya.
Mudyat juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten PPU untuk terus mendukung perkembangan organisasi PSHT agar semakin maju dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan kepemudaan dan olahraga prestasi.
Sementara itu, Pembina PSHT Cabang PPU, Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan dan pengembangan PSHT di Penajam Paser Utara.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati dan juga Dinas Pendidikan. Kami berharap setiap ranting PSHT ke depan memiliki fasilitas latihan seperti matras agar pembinaan atlet bisa maksimal hingga tingkat nasional. Kami juga bersyukur PSHT PPU telah terdaftar resmi di Kesbangpol,” ujarnya.
Ia menilai dukungan pemerintah menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet pencak silat, sekaligus memperkuat legalitas dan peran organisasi di tengah masyarakat.
PSHT Cabang Penajam Paser Utara sendiri didirikan pada 31 Agustus 1978 oleh KH. Samijo Hadiwijoyo di Desa Girimukti Strat 6. Hingga kini, jumlah warga PSHT yang telah disahkan mencapai sekitar 4.700 orang, menjadikannya salah satu organisasi pencak silat dengan basis anggota terbesar di PPU.
Ketua PSHT Cabang PPU, Suyitno, turut memaparkan capaian prestasi yang telah diraih para atlet PSHT di berbagai ajang olahraga daerah. Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2025, atlet PSHT berhasil menyumbangkan dua medali emas dan tiga medali perunggu dari total sembilan perguruan pencak silat aktif di Kabupaten PPU.
“PSHT menjadi salah satu lumbung atlet pencak silat di PPU yang berkontribusi besar terhadap prestasi daerah,” ungkapnya.
Peresmian padepokan ditandai dengan pemotongan tumpeng, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan pita. Kegiatan tersebut disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Desa Girimukti, jajaran pengurus PSHT, tokoh masyarakat, serta warga PSHT se-Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dengan diresmikannya padepokan ini, diharapkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah semakin kuat dalam menciptakan masyarakat yang aman, harmonis, berprestasi, dan berkarakter. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan