Kyiv Gelap Gulita Usai Serangan Rusia

KYIV — Serangan terbaru Rusia kembali mengguncang infrastruktur energi Ukraina dan memicu pemadaman listrik luas di ibu kota serta sejumlah wilayah lain. Pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan pasokan listrik di tengah suhu musim dingin yang membekukan.

Laporan situasi yang disampaikan pada Rabu (04/02/2026) menyebut lebih dari 1.100 gedung apartemen di Kyiv masih belum teraliri listrik setelah serangan tersebut. Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan wilayah dengan kondisi paling berat berada di sekitar ibu kota hingga kawasan timur dan utara negara itu. “Sampai hari ini, keadaan tersulit terjadi di Kyiv dan sekitarnya, juga di Kharkiv, Sumy, serta Poltava,” tulisnya melalui media sosial.

Ia menambahkan tekanan serupa turut dirasakan di wilayah Ukraina bagian tengah. “Situasi sulit juga dialami daerah Dnipro dan Cherkasy,” lanjut Zelensky.

Menurutnya, tim teknis terus bekerja memperbaiki jaringan energi meskipun dalam kondisi kelelahan. Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan agar warga tidak terlalu lama menghadapi suhu dingin tanpa listrik.

Serangan Rusia kali ini terjadi setelah jeda sekitar sepekan yang sebelumnya berkaitan dengan faktor cuaca dingin dan dinamika diplomatik internasional. Pada saat bersamaan, pejabat Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia dilaporkan kembali bertemu di Abu Dhabi untuk membahas rincian rencana perdamaian.

Dampak krisis energi terlihat nyata di lapangan. Sejumlah warga Kyiv terpaksa bermalam di stasiun metro demi mencari perlindungan dari suhu ekstrem, bahkan mendirikan tenda di area peron bawah tanah untuk bertahan dari udara beku.

Otoritas setempat juga mendatangkan generator tambahan guna menekan dampak pemadaman berkepanjangan, sembari mempercepat perbaikan fasilitas energi yang rusak akibat serangan.

Di Kharkiv, satu pembangkit listrik dilaporkan mengalami kerusakan permanen. Pemerintah Ukraina menyatakan pemulihan sistem energi nasional membutuhkan waktu, termasuk perbaikan berat pada fasilitas pembangkit gabungan panas dan listrik di Darnytsia, Kyiv.

Kondisi ini kembali menunjukkan rapuhnya sektor energi dalam konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda, sementara warga sipil terus menanggung dampak langsung di tengah musim dingin. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com