KUBU RAYA – Peristiwa pelemparan botol berisi bahan bakar di lingkungan SMPN 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, membuka fakta baru yang mengkhawatirkan. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan deretan nama pelaku penembakan massal dunia tertulis pada tas milik pelajar yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengungkapkan, nama-nama itu bukan sekadar coretan biasa. Menurutnya, daftar tersebut kerap dijadikan rujukan dalam ruang digital yang berisi narasi ekstrem.
“Tulisan pada tas berisi identitas pelaku penembakan massal yang sering muncul dalam komunitas ekstrem di internet,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).
Sejumlah nama yang tercantum antara lain pelaku penembakan Las Vegas 2017, tragedi Sandy Hook 2012, hingga serangan kampus Virginia Tech 2007. Selain itu, tercatat pula pelaku penembakan sekolah di Texas tahun 2022, penembakan bermotif rasial di Italia, serta aksi teror di Christchurch, Selandia Baru.
Mayndra menjelaskan, beberapa pelaku tersebut kerap dijadikan simbol dalam propaganda kekerasan. “Figur-figur itu sering dipakai sebagai representasi ekstrem dari ideologi kekerasan nihilistik maupun radikal,” katanya.
Tidak hanya nama, aparat juga menemukan tulisan #ZERO DAY dan TCC pada tas pelajar tersebut. Istilah pertama merujuk pada narasi hari pelaksanaan serangan yang dikenal dalam subkultur kekerasan, sementara TCC dikaitkan dengan komunitas daring yang menarasikan kasus kriminal ekstrem. “Istilah-istilah tersebut berkaitan dengan budaya kekerasan yang berkembang di ruang digital,” tutur Mayndra.
Dari hasil pendalaman awal, pelajar tersebut diduga mengalami tekanan psikologis akibat perundungan serta persoalan keluarga. Kondisi itu disebut berpotensi memicu dorongan balas dendam yang kemudian diwujudkan dalam tindakan berbahaya di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, kepolisian setempat menjelaskan bahwa pelaku datang ke area sekolah sambil membawa botol berisi bahan bakar, lalu melemparkannya hingga menimbulkan percikan api dan asap. Beruntung, api cepat dikendalikan oleh pihak sekolah dan warga sehingga tidak menjalar ke bangunan utama.
Petugas kepolisian segera mengamankan lokasi kejadian, sementara tim identifikasi melakukan pengumpulan barang bukti guna mendalami motif serta jaringan pengaruh yang mungkin terkait. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan