BALIKPAPAN – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (KUMKMP) Kota Balikpapan membuka peluang lebar bagi perusahaan maupun pihak lain untuk berkolaborasi melalui program tanggung jawab sosial (CSR) maupun bentuk dukungan lain. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pengembangan dan pemberdayaan pelaku UMKM di Kota Minyak.
Kepala Dinas KUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengatakan kolaborasi tersebut sudah mulai berjalan. Terbaru, dua perusahaan menyalurkan bantuan kepada satu kelompok yang beranggotakan 30 pelaku UMKM.
“Kami membuka diri untuk kolaborasi, baik pengembangan maupun pemberdayaan. Targetnya UMKM bisa naik kelas dan produknya semakin kuat di pasar,” ujarnya usai kegiatan di Plaza Balikpapan, Rabu (11/02/2026).
Selain dukungan dari perusahaan, berbagai kegiatan promosi dan pemasaran juga terus digencarkan. Hingga saat ini, lebih dari 100 kegiatan yang melibatkan UMKM telah digelar, baik yang bersifat gratis maupun berbayar. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas hingga ke kecamatan dan pasar-pasar melalui skema kolaborasi.
Berdasarkan data Dinas KUMKMP, jumlah UMKM di Balikpapan mencapai sekitar 98 ribu unit. Tahun ini, dinas menargetkan pembinaan terhadap 600 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 UMKM akan mendapatkan program pengembangan dan pemberdayaan lanjutan melalui proses kurasi. “Yang baru mulai usaha kita dorong dulu kuasai pasar lokal Balikpapan. Kalau produknya sudah bagus, kita bawa keluar daerah bahkan ke pasar internasional,” jelas Heruressandy.
Ia mengakui, sejumlah tantangan masih dihadapi pelaku UMKM, terutama terkait legalitas usaha dan akses permodalan. Meski demikian, pemerintah terus mendorong pemanfaatan program pembiayaan tanpa agunan yang disediakan sejumlah bank milik negara.
Adapun produk unggulan yang tengah dikembangkan cukup beragam, antara lain bawang Dayak, amplang, kerupuk dan olahan ikan serta udang, tepung rumput laut, tepung tapioka berbahan singkong, hingga produk budidaya jamur.
Menurut Heruressandy, penguatan UMKM tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga mencakup penyiapan ekosistem industri, termasuk promosi dan publikasi, agar produk dan jasa pelaku usaha semakin dikenal luas. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan