PASER — Bulog Kantor Cabang Paser memastikan stok kebutuhan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dalam keadaan aman dan terkendali. Sejak akhir tahun 2025 lalu, Bulog Paser telah melakukan persiapan dengan memetakan stok komoditi yang menjadi andalan masyarakat setempat.
Kepala Perum Bulog Kancab Paser, Muchlis, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dan menambah stok komoditi seperti beras, minyak, gula, dan daging sapi. “Untuk beras premium kita sudah ready 40 ton dan akan datang lagi sekitar 20 ton. Kemudian di beras medium kita sudah ready 2.300 ton dan itu sudah sangat cukup ya. Untuk gula pasir kita sudah ada 20 ton, kemudian minyak di stok terakhir ini kita ada 35 ribu liter kemudian nanti akan datang lagi sekitar 90 ribu liter. Adapun untuk daging sapi juga sudah kita datangkan dengan harga murah 120 ribu perkilo,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/02/2026).

Meskipun stok melimpah, Bulog Paser tetap memberi perhatian khusus untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Salah satunya melalui operasi Saber Pungli atau “Sapu Bersih Pelanggaran Harga Komoditi”.
“Bersama Bapanas dan Reskrim dari pusat kami melakukan kunjungan dan monitoring melalui kegiatan Saber Pungli namanya. Jadi kita ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Senaken itu kita cek di mana sih kira-kira harga-harganya yang naik, kemudian melewati batas ketentuan karena kan semua komoditas itu sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah HET-nya sekian, harga acuannya sekian, jadi jika ada lewat dari harga itu diberi teguran dan diedukasi,” tambahnya.
Selain itu, Bulog terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan outlet pangan murah. “Besok hari Jumat di outlet pangan ada gerakan pangan nasional, jadi ini serentak secara nasional. Nanti warga silahkan datang beramai-ramai, ada LPG, sayuran, daging, semua komoditas ada di situ, dan tentunya dengan harga net,” tambah Muchlis.
Perum Bulog juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak, yang rutin dilakukan sejak Februari dan akan dilanjutkan pada Maret mendatang.
“Jadi memang ada upaya-upaya dari pemerintah melalui Bulog supaya masyarakat itu tetap bisa menikmati harga komoditi dengan tidak terlalu tinggi, dengan harga yang stabil sehingga Ramadan itu bisa dirasakan dengan khidmat, jadi bulan Ramadan itu tidak bikin pusing gitu ya,” tutup Muchlis.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan fluktuasi harga yang kerap terjadi selama bulan Ramadhan dapat diredam lebih dini dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan