PASER — Guna mewujudkan swasembada pangan sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Perum Bulog Kantor Cabang Paser terus melakukan upaya penyerapan gabah dan beras lokal. Di wilayah Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), hingga saat ini tercatat Bulog Kancab Paser berhasil menyerap 13 ribu ton gabah masyarakat lokal yang kemudian diolah menjadi beras.
Penyerapan gabah ini menunjukkan komitmen Bulog Kancab Paser dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mencapai target penyerapan gabah pemerintah sebesar 4 juta ton secara nasional.
Kepala Perum Bulog Kabupaten Paser, Mukhlis, mengatakan bahwa daerah Long Ikis, Long Kali, dan Sungai Tuak menjadi wilayah penghasil gabah yang paling banyak diserap Bulog Kancab Paser. “Kalau di Paser tentunya seperti Long Ikis, Long Kali, dan Sungai Tuak itu yang produksinya tinggi,” ujarnya, Rabu (11/02/2026).
Penyerapan tersebut dilakukan melalui kelompok tani dengan mekanisme yang telah disepakati bersama, berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas dari Polres dan Polsek Paser. Nanti, hasil penyerapan akan digunakan untuk penjualan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) medium dan program bantuan pangan.
“Jadi untuk stoknya itu terbagi ya, di sini dan di PPU itu sekitar 2.300 ton untuk beras medium, dan bantuan pangan yang sudah berjalan sejak Februari itu juga berasal dari serapan beras petani,” tambah Mukhlis.
Penyerapan gabah dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sehingga petani mendapatkan kepastian harga saat panen. Selain itu, dengan diserapnya gabah dan beras dari petani lokal, diharapkan dapat menekan kenaikan harga beras di masyarakat.
“Jadi kalau dari daerah kita sendiri kan bisa menekan harga. Jadi harapan kami memang sesuai ketentuan, bahwa harga HET tadi bisa sama-sama kita jaga, karena tentu kembalinya juga ke masyarakat umum,” pungkas Mukhlis.
Bulog Paser terus berkomitmen mendukung petani lokal melalui penyerapan hasil panen daerah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani di Kabupaten Paser, sehingga target swasembada pangan dapat tercapai tanpa membebani masyarakat. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan