Program Pangan Desa Diuji, Nunukan Pasang Harapan

NUNUKAN — Upaya memperkuat ketahanan pangan desa mulai terlihat nyata ketika Camat Krayan Tengah, Murjani, turun langsung ke ladang warga di Desa Binuang pada Senin (09/02/2026). Bersama masyarakat, ia melakukan penanaman jagung perdana sebagai penanda dimulainya pelaksanaan Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa Tahun 2025.

Kunjungan lapangan tersebut turut melibatkan unsur kecamatan, aparat kepolisian sektor setempat, hingga pengelola Badan Usaha Milik Desa yang menggarap lahan sekitar delapan hektare sejak 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana serta benar-benar memberi dampak ekonomi bagi warga.

Murjani menegaskan kehadiran pemerintah di lokasi pertanian bukan sekadar seremonial. “Pemerintah kecamatan ingin memastikan program ketahanan pangan ini benar-benar berjalan di lapangan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya tercatat di administrasi,” ujarnya pada Minggu (15/02/2026), sebagaiana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Selain melakukan pemantauan, rombongan juga ikut menugal jagung bersama warga. Momen tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan program desa.

Tahapan kegiatan telah berlangsung bertahap, mulai dari pembersihan lahan pada Oktober 2025, pembakaran ladang Januari 2026, penanaman Februari 2026, hingga target panen pada April 2026. Pemerintah kecamatan meminta seluruh pihak mengelola program secara serius agar mampu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

“Jika dikelola sungguh-sungguh, hasilnya tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menambah penghasilan desa dan masyarakat yang terlibat,” kata Murjani.

Jagung yang dipanen nantinya direncanakan diolah menjadi pakan ternak, mulai dari ayam hingga ternak lainnya. Skema ini diharapkan mampu menekan biaya pakan peternak lokal, bahkan berpotensi dipasarkan ke luar wilayah apabila produksi melimpah.
“Ketika produksi berhasil dan bisa diolah menjadi pakan ternak, manfaatnya akan sangat besar bagi peternak. Jika hasilnya banyak, tentu bisa dijual keluar dan memberi nilai tambah bagi desa,” tuturnya.

Program di Desa Binuang juga disiapkan sebagai proyek percontohan bagi desa lain di Krayan Tengah. Keberhasilan pengelolaan lahan jagung ini diharapkan menjadi model ketahanan pangan desa yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui penanaman perdana tersebut, pemerintah kecamatan menaruh harapan agar program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai rencana, melainkan tumbuh menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga desa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com