Badan Gizi Nasional Tindaklanjuti Menu MBG Tidak Layak di HST

HULU SUNGAI TENGAH – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara kegiatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantai Batung, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menyusul viralnya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi di media sosial. Keputusan ini tertuang dalam surat bernomor 605/D.TWS/02/2026 tertanggal 26 Februari 2026.

Penghentian sementara dilakukan untuk menindaklanjuti laporan pengaduan dari Koordinator Regional dan Kepala SPPG, hasil peninjauan singkat di lapangan, serta pertimbangan pimpinan terkait dugaan Kejadian Menonjol (KM). Temuan di lapangan menunjukkan beberapa menu MBG yang dibagikan tidak layak dikonsumsi, seperti buah jeruk yang benyek dan kentang berlendir. Foto-foto menu tersebut sempat menjadi viral di media sosial dan memicu reaksi masyarakat.

“Berdasarkan temuan ini dan pemberitaan yang viral, SPPG Pantai Batung dihentikan operasionalnya sementara hingga standar keamanan pangan dapat dipastikan memenuhi ketentuan yang berlaku,” bunyi isi surat resmi BGN. Penghentian ini merujuk pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan di SPPG.

Rudi Setiawan, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan agar evaluasi dan pembenahan standar keamanan pangan dapat dilakukan secara menyeluruh. “Operasional baru dapat dilanjutkan setelah dinyatakan sesuai standar dan mendapat persetujuan dari pihak berwenang,” jelasnya.

SPPG Pantai Batung merupakan salah satu dari 12 unit dapur SPPG yang telah beroperasi kurang lebih 11 bulan di HST, melayani distribusi MBG bagi warga penerima manfaat. Koordinator Wilayah SPPG HST, Sadilah, membenarkan penghentian sementara tersebut. “Benar, operasional SPPG Pantai Batung dihentikan sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/02/2026).

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan ketat terhadap program makanan gratis untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan. Evaluasi yang dilakukan BGN bertujuan agar masyarakat dapat menerima makanan bergizi yang aman dan layak, tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Sementara itu, pihak SPPG HST berkomitmen melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com