Polres Kubu Raya meningkatkan penanganan kasus karhutla ke tahap penyidikan setelah menemukan dua alat bukti dan mengidentifikasi tiga terduga pelaku.
KUBU RAYA – Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya, Kalimantan Barat meningkatkan penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke tahap penyidikan setelah mengantongi dua alat bukti dan mengidentifikasi tiga terduga pelaku dari sejumlah lokasi lahan terbakar di wilayah tersebut.
Langkah hukum ini diambil menyusul temuan sembilan titik karhutla yang telah dipasangi garis polisi (police line) dan masih dalam proses pendalaman. Fokus penyelidikan mengarah pada dua kecamatan yang dinilai rawan, yakni Rasau dan Sungai Ambawang.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya Kadek Ary Mahardika menyatakan, pengungkapan tiga terduga pelaku merupakan hasil pengembangan penyelidikan di lapangan.
“Ada di beberapa wilayah. Ada Rasau dan Sungai Ambawang,” kata Kadek, sebagaimana diberitakan Insidepontianak, Jumat, (27/03/2026).
Ia menegaskan, proses hukum kini telah memenuhi unsur pembuktian awal sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Polisi telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.
“Tersangka akan kami rilis dan sampaikan. Mengenai siapa dan dari wilayah mana mereka berasal,” ujarnya.
Selain itu, Polres Kubu Raya juga terus memperluas penyelidikan terhadap sejumlah titik lahan terbakar lainnya yang telah disegel, guna memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pembakaran tersebut.
“Kita sudah melaksanakan gelar perkara dan akan kami naikkan ke tingkat penyidikan,” tegasnya.
Menurut Kadek, penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memberikan efek jera terhadap pelaku karhutla, sekaligus mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.
Ia berharap, setelah penetapan tersangka, tidak ada lagi individu maupun kelompok yang melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran di wilayah Kubu Raya. Aparat juga memastikan pengawasan akan terus diperketat di wilayah rawan kebakaran guna meminimalisasi kejadian serupa ke depan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan