Venezuela Tolak Mentah-Mentah Wacana Jadi Negara Bagian AS

Venezuela, Donald Trump, Delcy Rodriguez, Nicolas Maduro, Amerika Serikat, Mahkamah Internasional, Den Haag, Fox News, AFP, hubungan Venezuela AS, negara bagian ke-51 AS, politik internasional

DEN HAAG – Pemerintah Venezuela menolak tegas wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebut mempertimbangkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS. Penolakan itu disampaikan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, usai menghadiri sidang di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda.

Rodriguez menegaskan rakyat Venezuela memiliki semangat kemerdekaan yang kuat sehingga gagasan bergabung dengan AS tidak akan pernah diterima.

“Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami,” kata Rodriguez kepada wartawan saat meninggalkan sidang di Mahkamah Internasional di Den Haag, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (12/05/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengaku serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian baru AS. Wacana itu mencuat menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari 2026.

Trump dilaporkan menyampaikan rencana tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada Senin (11/05/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim pemerintah AS memiliki kendali lebih besar terhadap negara kaya minyak di kawasan Karibia tersebut sejak Maduro ditangkap.

Isu itu memicu perhatian internasional karena dinilai dapat memperkeruh hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini berada dalam ketegangan politik berkepanjangan. Venezuela selama bertahun-tahun juga dikenal menentang berbagai kebijakan luar negeri AS di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan Rodriguez sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah Venezuela tetap mempertahankan sikap politik dan kedaulatan negara di tengah tekanan geopolitik yang terus berkembang antara Caracas dan Washington. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com