Teror Kobra di Permukiman, Masuk Rumah hingga Kamar Mandi

Tim Damkar Tanah Bumbu menangani tiga laporan kemunculan ular berbisa dalam sehari, termasuk kobra yang masuk ke rumah warga dan kamar mandi.

TANAH BUMBU – Intensitas gangguan satwa liar di permukiman warga meningkat dalam sehari, setelah petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menangani tiga laporan kemunculan ular berbisa di lokasi berbeda, Jumat (27/03/2026).

Dalam rangkaian penanganan tersebut, tim animal rescue Damkar Tanbu berhasil mengevakuasi dua ular kobra dan satu ular tanah yang masuk ke rumah hingga tempat usaha warga, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Tanbu, Syaikul Ansyari, menjelaskan seluruh laporan ditangani secara cepat oleh petugas di masing-masing posko.

Aksi pertama terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.16 Wita, saat Regu I Posko Damkar Simpang Empat menerima laporan dari warga Jalan Lingkar Batulicin, Desa Sarigadung. Seekor ular kobra ditemukan berada di area rumah dan langsung menimbulkan kekhawatiran karena sifatnya yang berbisa.

Petugas yang tiba di lokasi hanya membutuhkan waktu sekitar enam menit untuk mengevakuasi ular tersebut dan memastikan kondisi lingkungan kembali aman.

Memasuki sore hari sekitar pukul 17.55 Wita, laporan serupa kembali diterima Posko Damkar Angsana dari warga Desa Karang Indah. Ular kobra dilaporkan bersembunyi di dalam kamar mandi rumah warga, sehingga menghambat aktivitas penghuni.

Regu II Damkar Angsana yang dipimpin Komandan Regu (Danru) segera melakukan evakuasi untuk menghindari potensi serangan. “Mengetahui ular itu berbisa dan berbahaya bagi penghuni rumah, ia pun langsung melaporkan perihal ini ke petugas Damkar,” ujar Syaikul, sebagaimana diberitakan Banjarmasinpost, Jumat (27/03/2026).

Pada malam hari sekitar pukul 18.45 Wita, laporan ketiga kembali masuk dari seorang pemilik usaha di Jalan Kuranji, Desa Kupang Berkah Jaya, Kecamatan Simpang Empat. Kali ini, petugas mengevakuasi ular tanah yang masuk ke lokasi usaha dan mengganggu aktivitas.

Meski tidak berbisa seperti kobra, keberadaan ular tanah yang memiliki kemampuan kamuflase tinggi membuatnya sulit terdeteksi dan tetap berpotensi menimbulkan keresahan.

Tim animal rescue kembali bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi ular tersebut dalam waktu sekitar tujuh menit.

Syaikul mengapresiasi langkah warga yang memilih melaporkan kejadian kepada petugas daripada mencoba menangani sendiri, mengingat risiko yang dapat ditimbulkan dari hewan berbisa.

“Hubungi saja Damkar, kami akan siap langsung datang ke lokasi dan mengambil tindakan yang diperlukan,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh ular yang berhasil diamankan telah ditempatkan di posko masing-masing untuk selanjutnya dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini menunjukkan perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kemunculan satwa liar di lingkungan permukiman, terutama di wilayah yang berdekatan dengan habitat alami, serta pentingnya respons cepat untuk meminimalkan risiko bagi keselamatan warga. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com