Sinergi cepat Damkarmat, BPBD, TNI, dan Polri berhasil menangani insiden mobil terjun ke sungai di Penyeberangan Lahei dalam waktu singkat.
BARITO UTARA – Kecepatan respons tim gabungan menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan insiden mobil terjun ke sungai di kawasan Penyeberangan Lahei III, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (28/03/2026).
Peristiwa tersebut langsung ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara setelah menerima laporan dari masyarakat.
Informasi awal diterima petugas sekitar pukul 13.40 WIB dari warga bernama Mhd. Firman Rifani. Menindaklanjuti laporan itu, tim bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 14.10 WIB untuk melakukan evakuasi sekaligus pengamanan area guna mencegah potensi risiko lanjutan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara melalui Kepala Bidang (Kabid) Darurat dan Logistik, Rizali Hadi, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan penanganan kejadian tersebut.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Sinergi antara Damkarmat, BPBD, TNI, dan Polri sangat membantu sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu, (28/03/2026).
Dalam proses penanganan yang berlangsung sekitar 60 menit itu, sebanyak 13 personel diterjunkan, terdiri dari tujuh anggota Damkarmat dan enam anggota BPBD. Tim juga didukung satu unit kendaraan Damkarmat, satu unit sarana BPBD, perlengkapan rescue, serta satu set peralatan evakuasi.
Selain unsur utama, kegiatan ini turut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memastikan keamanan serta kelancaran proses evakuasi di lokasi kejadian.
Hingga proses penanganan selesai, situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan dampak lanjutan. Namun, penyebab pasti mobil terjun ke sungai masih dalam penelusuran pihak terkait.
Rizali Hadi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan penyeberangan sungai, terutama dalam kondisi arus dan cuaca yang tidak menentu.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian di area perairan serta kesiapsiagaan aparat dalam merespons kondisi darurat di lapangan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan