Tujuh Hari Nihil, Operasi SAR Longboat Tana Tidung Resmi Ditutup

Operasi pencarian korban longboat tenggelam di Tana Tidung dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil, menyisakan satu korban yang belum ditemukan.

TANA TIDUNG – Operasi pencarian korban kecelakaan longboat tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil terhadap satu korban yang masih hilang, Jumat (27/03/2026).

Penghentian operasi dilakukan Tim SAR Gabungan setelah seluruh upaya pencarian maksimal tidak membuahkan hasil, sekaligus berdasarkan kesepakatan bersama keluarga korban. Keputusan ini diambil dalam evaluasi akhir operasi yang digelar pada hari ketujuh pencarian.

Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril menjelaskan, pencarian pada hari terakhir telah dilakukan secara intensif menggunakan metode visual sesuai rencana operasi, namun belum menemukan tanda keberadaan korban.

“Pada pukul 15.45 WITA, tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian dengan metode visual sesuai rencana operasi hari ketujuh, dengan hasil nihil. Berdasarkan koordinasi dan kesepakatan dengan keluarga korban, operasi SAR dihentikan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Jumat, (27/03/2026).

Setelah itu, seluruh unsur yang terlibat langsung melaksanakan evaluasi atau debriefing pada pukul 16.00 WITA sebelum resmi menutup operasi dan mengembalikan personel ke satuan masing-masing.

Insiden tersebut bermula pada Sabtu (21/03/2026) sekitar pukul 03.30 WITA ketika sebuah longboat yang mengangkut tiga orang tenggelam akibat diterjang badai di perairan Tanah Merah. Informasi awal kejadian dilaporkan oleh korban selamat kepada Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, lalu diteruskan ke Kantor SAR Tarakan untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Dari tiga penumpang, satu orang selamat yakni Mahmud (50), satu korban atas nama Sudirman (48) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya, Ruslan (49), hingga operasi dihentikan masih belum ditemukan.

Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Tarakan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Bunyu, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bunyu, Kepolisian Sektor (Polsek) Tana Lia, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bunyu, serta keluarga dan masyarakat setempat. Pencarian didukung sejumlah peralatan seperti Rescue Dimex, Rigid Inflatable Boat (RIB) 03, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca dilaporkan relatif cerah dan tidak terdapat kendala signifikan di lapangan. Meski demikian, korban yang hilang belum berhasil ditemukan hingga batas waktu operasi berakhir.

Penutupan operasi ini menandai berakhirnya upaya pencarian resmi, sementara keluarga korban masih berharap adanya informasi lanjutan terkait keberadaan korban yang belum ditemukan.[]

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com