Iran Tantang AS-Israel, Damai Bisa Terjadi Jika Agresi Berhenti

Iran menyatakan kesiapan mengakhiri perang dengan Israel dan AS asalkan ada jaminan internasional untuk mencegah terulangnya agresi.

TEHERAN – Pemerintah Iran membuka peluang penghentian konflik bersenjata dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), namun menegaskan syarat utama berupa jaminan internasional agar agresi tidak kembali terulang.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam komunikasi diplomatik tingkat tinggi, yang menandai sinyal deeskalasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak akhir Februari 2026.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Pezeshkian menegaskan kesiapan Iran untuk mengakhiri perang, tetapi hanya jika ada kepastian konkret terkait penghentian serangan di masa mendatang. Pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir Detiknews, Rabu, (01/04/2026), menekankan posisi tegas Teheran terhadap keberlanjutan keamanan regional.

“Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi,” kata Pezeshkian.

Ia juga menyoroti bahwa solusi utama untuk meredakan situasi adalah penghentian tindakan militer dari pihak lawan. “Solusi untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan agresif mereka,” lanjutnya.

Sikap Iran tersebut muncul sebagai respons atas proposal perdamaian yang sebelumnya diajukan Amerika Serikat. Washington disebut mengajukan rencana 15 poin untuk mengakhiri konflik, yang kemudian dibalas Iran dengan usulan lima poin. Dalam proposal tandingan itu, Iran kembali menekankan pentingnya penghentian agresi sekaligus pembentukan mekanisme jaminan internasional.

Media Iran melaporkan bahwa mekanisme tersebut ditujukan untuk memastikan Israel dan AS tidak kembali melakukan serangan di masa depan, sehingga stabilitas kawasan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Konflik antara Iran, Israel, dan AS sendiri pecah pada 28 Februari 2026, setelah serangkaian serangan militer dilancarkan oleh AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran melalui peluncuran rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah target di kawasan.

Eskalasi tersebut memperluas ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Dengan pernyataan terbaru ini, Iran menempatkan syarat jaminan keamanan sebagai kunci utama menuju perdamaian, sekaligus mengirim pesan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya bergantung pada penghentian perang, tetapi juga pada komitmen jangka panjang dari seluruh pihak yang terlibat. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com