Konflik Timur Tengah, Trump Sebut Akhir Perang Sudah Dekat

Trump menyatakan perang melawan Iran akan segera berakhir dalam 2–3 minggu, meski tanpa proses negosiasi.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menargetkan perang melawan Iran akan berakhir dalam waktu singkat, yakni dua hingga tiga minggu, di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih, sekaligus menandai klaim optimistis Washington atas perkembangan operasi militer yang telah berjalan sejak akhir Februari 2026. Ia bahkan menyebut bahwa tujuan strategis AS di Iran hampir tercapai.

Trump menegaskan bahwa penghentian serangan terhadap Iran sudah berada dalam tahap akhir. “Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya, dan mereka akan runtuh,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detiknews, Rabu, (01/04/2026).

Ia menambahkan bahwa proses penarikan pasukan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat. “Tetapi kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pasukan AS akan pergi,” tambahnya.

Selain itu, Trump mengklaim bahwa perubahan besar telah terjadi di Iran, termasuk indikasi perubahan rezim. Ia juga menyatakan bahwa konflik tersebut dapat diakhiri tanpa perlu melalui jalur negosiasi dengan Teheran.

Di sisi lain, pernyataan Trump muncul di tengah sorotan terhadap dampak perang, termasuk kenaikan harga bahan bakar global sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026. Namun, Trump tidak memberikan penjelasan rinci terkait strategi ekonomi, dan lebih menekankan bahwa AS memiliki kendali penuh atas keputusan untuk keluar dari konflik.

Sementara itu, seruan berbeda datang dari pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, yang mendorong penyelesaian konflik melalui dialog. Ia menilai langkah diplomasi menjadi kunci untuk meredam eskalasi kekerasan di kawasan.

“Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman,” kata Paus kepada wartawan saat meninggalkan Castel Gandolfo menuju Vatikan.

Menurutnya, upaya mengakhiri konflik akan berdampak besar terhadap stabilitas global. “akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain”.

Ia juga menyerukan para pemimpin dunia untuk kembali menempuh jalur diplomasi. “Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan ‘Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah’,” ujarnya.

Dengan pernyataan yang saling beririsan antara pendekatan militer dan dorongan diplomasi, arah penyelesaian konflik Iran dengan AS dan Israel masih menyisakan ketidakpastian, meski klaim penghentian perang dalam waktu dekat telah digaungkan oleh Washington. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com