Isu Kenaikan BBM Dibantah, SPBU Tanah Grogot Pastikan Hoaks

Manajer SPBU Kilo 7 Tanah Grogot memastikan harga BBM tetap dan stok aman meski sempat terjadi antrean akibat isu kenaikan.

PASER – Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilo 7 Tanah Grogot, Arifin, menegaskan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026. Ia memastikan informasi yang beredar di masyarakat terkait kenaikan harga BBM merupakan hoaks.

Penegasan tersebut disampaikan Arifin saat ditemui di ruang kerjanya di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Rabu (01/04/2026), menyusul ramainya isu kenaikan harga BBM yang memicu kepanikan di masyarakat.

“Hal ini sudah di sampaikan secara resmi di media bahwa untuk kenaikan harga BBM di batalkan. Jadi hingga hari ini, tidak ada kenaikan harga”, jelasnya saat di temui di ruangannya Rabu (01/04/2026).

Manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kilo 7 Tanah Grogot, Arifin

Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi lonjakan antrean di SPBU akibat kepanikan warga. Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga ke luar area SPBU sejak siang hingga malam hari.

“Tadi malam, antrean di SPBU sangat panjang, bahkan kondisinya sampai penuh. Antrean di luar juga masih ada. Kondisi ini terlihat sejak siang kemarin”, imbuhnya.

Arifin memastikan kondisi pasokan BBM saat ini telah kembali normal seiring menurunnya tingkat pembelian masyarakat. Ia menyebut ketersediaan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, berada dalam kondisi aman.

“Untuk stok kita sudah kembali normal. Untuk BBM subsidi, stok kembali normal di 16 KL per hari, sedangkan untuk non-subsidi biasa antara 8 hingga 16 KL”, tambahnya.

Adapun harga BBM di SPBU Kilo 7 Tanah Grogot per 1 April 2026 yakni Pertalite (subsidi) Rp10.000 per liter, Pertamax (non-subsidi) Rp12.600 per liter, dan Dexlite Rp14.500 per liter.

Terkait kemungkinan perubahan harga di masa mendatang, Arifin menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan tersebut. Ia menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

Di akhir keterangannya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan memastikan sumber informasi yang diperoleh berasal dari pihak resmi.

Ia juga menekankan pentingnya literasi informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi menimbulkan kepanikan di lapangan. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com