Kompetisi U-15 yang diikuti 18 SSB ini menjadi langkah strategis pembinaan usia dini sekaligus mendorong ekonomi lokal di Kutai Barat.
KUTAI BARAT – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kutai Barat resmi meluncurkan program kerja 2026 dengan menggelar kompetisi Kutai Barat Junior Liga U-15 yang akan diikuti 18 Sekolah Sepak Bola (SSB) mulai akhir April 2026 sebagai bagian dari pembinaan usia dini berjenjang di daerah.
Ketua Askab PSSI Kutai Barat, M Teddy Rakhmat, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut menjadi agenda utama dalam mendorong pengembangan talenta muda sepak bola di Kutai Barat.

“Insyaallah akan dimulai akhir April dan diikuti 18 SSB. Ini bagian dari pembinaan usia dini yang kami siapkan secara berjenjang,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (01/4/2026).
Pemaparan program kerja tersebut dilaksanakan di ruang diklat Kantor Bupati Kutai Barat lantai 3, mulai pukul 13.00 Wita hingga selesai, dan dihadiri pemilik klub SSB serta pelatih dari seluruh wilayah Kutai Barat.
Menurut Teddy, program ini mendapatkan respons positif dari pelaku sepak bola lokal karena dinilai memberikan arah pembinaan yang lebih jelas bagi pemain usia dini.
“Para pemilik klub dan pelatih sangat mengapresiasi, karena jenjang sepak bola anak-anak ini jadi jelas output-nya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi para pelatih SSB yang telah berperan aktif menginisiasi pelaksanaan program tersebut sebagai tindak lanjut dari pelatihan pelatih yang sebelumnya digelar Askab PSSI Kutai Barat.
“Ini menjadi bukti bahwa pelatihan yang kita laksanakan tidak berhenti di teori saja, tetapi langsung diimplementasikan melalui kegiatan nyata,” tambahnya.
Selain itu, Teddy menekankan pentingnya penerapan prinsip communication, coordination, cooperation, dan commitment dalam menjalankan program pembinaan sepak bola di daerah.
“Empat hal yang harus selalu kita pegang, yakni communication, coordination, cooperation atau kerja sama, dan commitment. Ini kunci agar semua program berjalan maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kompetisi ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan menuju ajang yang lebih tinggi, seperti Piala Suratin U-13 dan U-15, hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pelaksanaan Kutai Barat Junior Liga direncanakan berlangsung selama sekitar empat bulan dengan sistem zonasi di sejumlah kecamatan. Pertandingan akan digelar setiap akhir pekan untuk memaksimalkan partisipasi dan pemanfaatan lapangan sepak bola yang ada.
Selain pembinaan atlet, pelaksanaan kompetisi ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif di sekitar lokasi pertandingan.
Melalui program ini, Askab PSSI Kutai Barat menargetkan lahirnya pemain-pemain muda potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional. []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan