Pemkab Kapuas melalui Disdik memastikan kegiatan belajar tetap berjalan bagi 96 siswa SDN 1 Lamunti meski tiga ruang kelas hangus terbakar.
KUALA KAPUAS – Upaya menjaga kelangsungan kegiatan belajar mengajar menjadi fokus utama pascakebakaran yang menghanguskan tiga ruang kelas di SD Negeri (SDN) 1 Lamunti, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas langsung menyiapkan langkah darurat agar 96 siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa gangguan.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan diduga dipicu korsleting listrik. Meski tiga ruang kelas rusak, sekolah masih memiliki lima ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar.
Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan awal berupa dana tunai untuk pembangunan sekat ruang sementara sebagai solusi cepat.
“Penanganan darurat menjadi prioritas agar siswa tetap bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kalteng Pos, Rabu, (01/04/2026).
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sambil menunggu perbaikan fasilitas secara menyeluruh. Disdik Kapuas juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa sarana pendukung pembelajaran.
Bantuan yang akan disalurkan meliputi 60 set meja dan kursi siswa, tiga meja dan kursi guru, tiga lemari, tiga papan tulis, serta satu unit laptop yang dijadwalkan tiba pada akhir bulan ini.
Selain itu, Wakil Bupati (Wabup) Kapuas turut memberikan perhatian atas kejadian ini dengan mendorong seluruh pihak sekolah untuk tetap semangat dalam menjalankan proses pendidikan.
Ia juga mengapresiasi respons cepat Camat Mantangai, kepala desa, serta masyarakat setempat yang membantu memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.
Disdik Kapuas memastikan bahwa SDN 1 Lamunti telah masuk dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, sehingga perbaikan sarana dan prasarana akan dilakukan secara menyeluruh.
“Sekolah ini sudah terdata dalam program revitalisasi 2026, sehingga ke depan akan mendapatkan penanganan lebih komprehensif,” tambahnya.
Pemkab Kapuas berharap dukungan semua pihak agar proses pemulihan berjalan lancar dan kegiatan belajar siswa dapat kembali normal dalam waktu dekat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan