Polresta Bulungan menegaskan belum ada laporan resmi terkait video dugaan begal yang viral dan mengimbau masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
BULUNGAN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi menyusul beredarnya video viral dugaan percobaan begal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Hingga kini, aparat memastikan belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut, namun proses penelusuran tetap dilakukan untuk memastikan kebenarannya.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bulungan melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Bulungan Hadi Purnomo menegaskan bahwa informasi yang beredar masih dalam tahap klarifikasi.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi. Ini masih kami komunikasikan dengan Reskrim dan Polsek Sekatak untuk ditelusuri lebih lanjut,” ujar Hadi Purnomo, sebagaimana dilansir Tribun Kaltara, Kamis, (02/04/2026).
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua remaja yang disebut-sebut menjadi korban percobaan begal saat melintas di jalur sepi. Dalam narasi yang menyertai video, keduanya dikabarkan berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Meski demikian, hingga saat ini Kepolisian Sektor (Polsek) Sekatak maupun Polresta Bulungan belum menerima laporan dari korban atau masyarakat terkait kejadian tersebut. Hal ini membuat aparat belum dapat memastikan kronologis maupun lokasi pasti peristiwa yang dimaksud.
Polresta Bulungan saat ini juga berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bulungan untuk mengidentifikasi waktu dan lokasi kejadian yang disebut dalam video. Berdasarkan informasi awal, peristiwa diduga terjadi di jalur antara Mentadau dan Sekatak Bengara.
Di tengah situasi tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur minim penerangan atau kawasan sepi, khususnya pada malam hari.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan, khususnya pada malam hari, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya.
Imbauan ini diharapkan mampu mencegah keresahan publik akibat informasi yang belum terkonfirmasi, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bulungan tetap kondusif. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan