Kebakaran rumah kontrakan berbahan kayu di Tanjung Redeb menyebabkan satu keluarga kehilangan tempat tinggal dengan kerugian ratusan juta rupiah.
BERAU – Satu keluarga di kawasan Jalan Dermaga, Gang Mawar Putih RT 6, Kelurahan Karang Ambon, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau (Berau) kehilangan tempat tinggal setelah rumah kontrakan empat pintu yang mereka huni ludes terbakar pada Selasa sore, 21 April 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 Wita dan menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kebakaran yang melanda bangunan berbahan kayu itu berlangsung cepat, sehingga api dengan mudah menjalar ke seluruh bagian bangunan seluas kurang lebih 10 x 18 meter. Rumah kontrakan milik warga bernama Hamid tersebut mengalami kerusakan berat hingga tidak lagi dapat dihuni.
Komandan Regu 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Agus Harianto, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan personel ke lokasi. “Begitu laporan masuk, tim langsung menuju lokasi. Setibanya di sana, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian bangunan kontrakan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Nomorsatukaltim, Selasa (21/04/2026).
Ia menjelaskan, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 15.58 Wita dan segera melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan enam unit armada. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 16.50 Wita.
“Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, namun satu keluarga terdampak dan mengalami kerugian material yang cukup besar,” tambah Agus.
Dalam penanganan kebakaran, Disdamkarmat Berau mendapat dukungan dari berbagai unsur, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta warga sekitar. Sumber air pemadaman diperoleh dari ground tank yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang memicu insiden tersebut.
“Situasi di lokasi kebakaran sudah aman terkendali, api berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Agus juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memastikan instalasi listrik dan sumber api berada dalam kondisi aman guna mencegah kebakaran serupa terulang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat berbahan kayu. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan