Kenaikan harga LPG non-subsidi oleh Pertamina berdampak pada agen dan konsumen di Paser, dengan harapan pasokan tetap stabil.
PASER – PT Pertamina resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram sejak 18 April 2026. Kenaikan tersebut juga berlaku di Kabupaten Paser dan memicu respons dari agen hingga konsumen.
Kenaikan harga ini disampaikan Direktur PT Sama Taka, Achdian Nur, selaku salah satu agen LPG non-subsidi di Paser yang melayani seluruh kecamatan. Ia menyebut penyesuaian harga berlaku secara nasional sesuai kebijakan PT Pertamina.
“Yang naik itu LPG non subsidi. Untuk ukuran 5,5 kilogram, dari harga awal Rp105.000 menjadi Rp123.000 per tabung. Sementara LPG 12 kilogram, dari Rp223.000 naik menjadi Rp260.000,” ungkap Achdian, Rabu (22/04/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tergolong signifikan. Namun, ia menegaskan pihak agen tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan alasan kebijakan tersebut. “Bukan kapasitas saya menjawab kenapa ada kenaikan, karena itu dari Pertamina,” imbuhnya.
Dari sisi distribusi, PT Sama Taka menyalurkan sekitar 18.000 tabung per bulan untuk ukuran 5,5 kilogram. Sementara untuk LPG 12 kilogram, distribusi mencapai kurang lebih 8.000 tabung per bulan di wilayah Paser.
Di tingkat konsumen, kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat. Marlina, ibu rumah tangga di Tanah Grogot, mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi di tingkat pengecer.
“Tadi baru beli di toko biasa, bukan pangkalan, harganya Rp135.000 per tabung yang 5,5 kilogram,” ujarnya.
Meski demikian, Marlina menyatakan masih dapat memaklumi kenaikan harga selama ketersediaan barang tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan.
“Kalau memang sudah saatnya naik ya tidak apa-apa, yang penting barangnya ada, tidak langka. Karena ini kebutuhan primer, jadi sangat dibutuhkan,” pungkasnya.
Kenaikan harga LPG non-subsidi ini diharapkan tidak berdampak pada distribusi dan ketersediaan pasokan di masyarakat, mengingat tingginya ketergantungan rumah tangga terhadap energi tersebut dalam aktivitas sehari-hari. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan