Ketegangan Teluk Meningkat, Iran Tegur Keras AS di Selat Hormuz

Peringatan Iran terhadap AS muncul di tengah klaim serangan militer dan meningkatnya risiko konflik di jalur perdagangan global Selat Hormuz.

TEHERAN – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak memperluas eskalasi militer di jalur pelayaran strategis tersebut, di tengah rangkaian insiden bersenjata yang kian intens dalam beberapa hari terakhir.

Peringatan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyusul klaim militer AS yang menyatakan telah menyerang sejumlah kapal Iran yang dianggap mengancam pelayaran internasional. Situasi ini menandai babak baru ketegangan di kawasan Teluk yang berpotensi memicu konflik lebih luas.

Militer AS mengungkapkan bahwa helikopter Apache dan Seahawk milik mereka telah menghantam enam kapal Iran di sekitar Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump secara terpisah menyebut pasukan negaranya telah “menghancurkan” tujuh kapal militer kecil Iran di wilayah tersebut.

Selain serangan terhadap kapal, militer Washington juga mengklaim berhasil menggagalkan serangan rudal dan drone yang terjadi pada Senin (4/5/2026). Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan adanya rentetan serangan terbaru yang dikaitkan dengan Iran di wilayahnya, memperluas cakupan ketegangan di kawasan Teluk.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan Iran belum menunjukkan seluruh kapasitas militernya dan memperingatkan konsekuensi jika AS terus meningkatkan tekanan. Peringatan tersebut muncul setelah Presiden AS mengumumkan misi baru untuk mengawal kapal-kapal negara netral keluar dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Perkembangan ini, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (05/05/2026), memperlihatkan meningkatnya risiko gangguan terhadap jalur perdagangan global yang sangat bergantung pada stabilitas Selat Hormuz sebagai salah satu rute distribusi energi utama dunia.

Situasi yang terus memanas ini menimbulkan kekhawatiran internasional terhadap potensi gangguan pasokan minyak global serta meningkatnya ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com