Diduga Dipicu Video Viral, Wisatawan Surabaya Dikeroyok di Malang

Rombongan wisatawan asal Surabaya menjadi korban pengeroyokan dan perusakan di kawasan Pantai Wediawu, Malang, diduga dipicu video viral saat acara hiburan di vila.

JAWA TIMUR
– Aksi pengeroyokan dan perusakan diduga dilakukan ratusan orang tak dikenal terhadap rombongan wisatawan asal Kota Surabaya di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Selasa (05/05/2026) dini hari. Insiden tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka, satu di antaranya luka berat, serta sejumlah kendaraan dan barang pribadi wisatawan mengalami kerusakan maupun kehilangan.

Rombongan wisatawan yang berjumlah sekitar 55 orang itu diketahui merupakan pekerja gudang sebuah perusahaan e-commerce di Surabaya yang tengah menggelar kegiatan outing di sebuah vila kawasan Pantai Wediawu. Mereka berangkat menggunakan tiga unit micro bus sewaan dan dua mobil pribadi sejak Senin (04/05/2026) pagi.

Salah seorang korban, Mochamad Rafli Rahadi, mengatakan suasana awal liburan berlangsung normal hingga rombongan mengadakan hiburan musik DJ dan acara bakar-bakar pada malam hari. “Iya, liburan udah di-prepare jauh-jauh hari juga. Kemarin berangkat dari Surabaya itu jam 08.30 pagi. Naik ini nyarter mobil. Elf 3, sama mobil pribadinya anak-anak sendiri 2. Sekitar 55 itu,” kata Rafli saat dikonfirmasi, Selasa (05/05/2026) malam.

Menurut Rafli, situasi mulai memanas setelah sebuah lagu yang dianggap mengandung unsur provokatif diputar dan direkam seseorang hingga videonya tersebar di media sosial. “Kan ya malamnya kan memang kita ngundang ini sih kayak di DJ-an, buat fun fun biasa sama bakar-bakar,” ucapnya.

“Bener ada apa memang ada chant nyanyian rasis. Tapi itu lagunya itu aslinya bukan chant rasis cuman karena keputer. Tapi kan awalnya dari kita ini sudah enggak ada niat buat apa nyetel anggapannya nyetel lagu-lagu yang berbau supporter lah, apalagi ya juga tahu kalau Surabaya sama Malang juga rival,” lanjut Rafli sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa (05/05/2026).

“Lah enggak tahunya ada yang ngevideo itu mungkin dari pihak dari pihak Aremanya ada yang ngevideo terus di up di media,” tambahnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, sejumlah orang mendatangi vila tempat rombongan menginap untuk meminta klarifikasi. Namun, kondisi kemudian berubah tidak terkendali setelah massa terus berdatangan hingga diperkirakan mencapai 200 orang.

“Pokoknya jam 3.00 WIB itu udah ada massa langsung. Pertamanya orang empat masih bisa ngobrol baik-baik,” ujarnya.

“Habis gitu masa itu udah gak kondusif. Udah enggak bisa dikondusifin. Soalnya sekitar orang 200-an sih, pokok dikepung,” sambung Rafli.

Massa kemudian diduga masuk ke kamar-kamar vila dan melakukan penyerangan terhadap para wisatawan. Selain pemukulan menggunakan tangan kosong, penyerangan disebut memakai benda tumpul hingga senjata tajam.

“Akhirnya ya itu langsung masuk semua, masuk ke masuk ke kamar-kamar, ya melakukan penyerangan ini,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, empat telepon genggam, dompet, dan sepatu milik korban dilaporkan hilang. Selain itu, lima kendaraan milik wisatawan mengalami kerusakan akibat dirusak massa. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kaca mobil pecah serta terdapat coretan bernada penghinaan pada badan kendaraan.

Ketegangan baru mereda setelah aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Malang tiba di lokasi dan melakukan pengamanan. Polisi kemudian mengevakuasi rombongan wisatawan keluar dari kawasan Pantai Wediawu pada pagi harinya dengan pengawalan ketat.

“Balik-balik sekitaran jam 10.00 WIB kurang lebih. Iya, dikawal dievakuasi, Mas. Soalnya kan masih ini masih beritanya masih nyebar sih. Takutnya ada serangan susulan juga,” ucap Rafli.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polres Malang, Bambang Subinajar, mengatakan petugas langsung menuju tempat kejadian perkara setelah menerima laporan masyarakat. “Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi,” kata Bambang.

Dari hasil penyisiran di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan saat bentrokan, mulai dari balok kayu, batu, hingga botol minuman keras.

Bambang menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. “Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh,” ujarnya.

Polres Malang juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” kata Bambang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com