Jalan Tol IKN Mulai Difungsikan, Waktu Tempuh ke IKN Pangkas 90 Menit

Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 mulai difungsikan secara terbatas untuk mempercepat konektivitas Balikpapan menuju kawasan IKN dan Kabupaten PPU di Kaltim.

BALIKPAPAN – Kehadiran Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai mempercepat konektivitas antara Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan kawasan IKN setelah ruas tersebut memasuki tahap fungsional guna mendukung mobilitas menuju pusat pemerintahan baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Ruas tol yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional itu menghubungkan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda dengan kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan IKN. Dengan jarak tempuh sekitar 70 kilometer, akses dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman menuju IKN kini dapat ditempuh sekitar 60 menit atau lebih cepat hingga 90 menit dibandingkan sebelumnya.

Pembangunan proyek dimulai sejak 21 Desember 2023 dan mulai difungsikan secara terbatas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 sejak 20 Desember 2025 setelah 730 hari pengerjaan. Selanjutnya, ruas tersebut kembali difungsikan untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026 mulai 13 Maret 2026 atau setelah 813 hari pelaksanaan konstruksi.

Pelaksana Tugas (Plt) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, mengatakan tahap fungsional ruas tol tersebut menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan konektivitas menuju IKN.

“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” ujarnya, sebagaimana dilansir Info Publik, Rabu, (06/05/2026).

Secara keseluruhan, proyek Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026 dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2027 setelah melalui uji kelayakan dari otoritas terkait.

Lingkup pekerjaan proyek mencakup pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 kilometer, struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 kilometer, pembangunan jembatan, Simpang Susun Karangjoang, hingga akses keluar tol. Infrastruktur tersebut dibangun dengan dua lajur selebar 11,25 meter menggunakan kombinasi struktur at-grade dan slab-on-pile yang disesuaikan dengan karakteristik tanah di Kaltim.

Hingga kini, sejumlah pekerjaan lanjutan masih berlangsung, seperti penyelesaian ramp, struktur slab-on-pile, erection of steel box girders, perkerasan jalan, proteksi lereng, hingga beautification di beberapa segmen.

Proyek tersebut dikerjakan melalui skema Integrated Joint Operation yang melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Selama proses konstruksi, proyek menghadapi tantangan berupa kondisi tanah labil clay shale serta tingginya curah hujan yang memengaruhi stabilitas lereng dan produktivitas pekerjaan. Untuk mengatasinya, perusahaan menerapkan teknologi konstruksi seperti Building Information Modeling (BIM), Light Detection and Ranging (LiDAR), serta drone photogrammetry berbasis sistem digital.

Selain memperkuat konektivitas kawasan Balikpapan dan Samarinda menuju IKN, proyek tersebut juga melibatkan 527 tenaga kerja dengan sekitar 15 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal Kaltim yang turut mendapatkan pelatihan teknis dan sertifikasi profesi selama pembangunan berlangsung. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com