Perdagangan Tembus Rp78 Triliun, Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Strategis

Indonesia dan Rusia menandatangani dokumen kesepakatan kerja sama dalam SKB ke-14 di Kazan, mencakup sektor perdagangan, investasi, energi, teknologi, pariwisata, hingga antariksa.

KAZAN – Indonesia dan Rusia menyepakati penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis setelah menyelesaikan Sidang Komisi Bersama (SKB) Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik ke-14 di Kazan, Rusia, pada 12 Mei 2026.

SKB tersebut dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov. Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wamen Pertanian, Wamen Perdagangan, serta Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Moskow Jose Tavares.

Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi menandatangani Agreed Minutes of the 14th Session of Intergovernmental Indonesian-Russian Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation. Dokumen itu memuat kesepakatan kerja sama di bidang perdagangan, industri, investasi, energi, transportasi dan infrastruktur, teknologi informasi dan telekomunikasi, promosi budaya, pariwisata, ilmu pengetahuan dan pendidikan, energi nuklir untuk tujuan damai, kesehatan, perbankan dan finansial, kelautan, perikanan, pertanian, serta antariksa.

Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Rusia yang dinilai terus mendukung kepentingan Indonesia dan terbuka menjajaki berbagai peluang kerja sama baru.

“Hubungan bilateral Indonesia dengan Rusia saat ini sudah semakin kuat dan berkembang, saling melengkapi, dan siap untuk bergerak maju, menjajaki sektor-sektor lain yang saling menguntungkan di masa depan”, pungkasnya.

Penguatan kerja sama kedua negara disebut semakin terlihat setelah Indonesia dan Rusia menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis pada Juni 2025. Sejak itu, hubungan ekonomi kedua negara mencatat sejumlah capaian, antara lain total perdagangan mencapai 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025 dan investasi Rusia di Indonesia mencapai 450 juta dolar AS dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia meningkat, disertai penambahan frekuensi penerbangan langsung Moskow-Denpasar. Pemerintah juga mencatat penandatanganan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia-EAEU FTA) pada Desember 2025 sebagai salah satu capaian penting untuk mengurangi hambatan perdagangan antara Indonesia, Rusia, dan negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) lainnya.

Dubes RI untuk Moskow Jose Tavares optimistis hubungan bilateral Indonesia dan Rusia terus meningkat, terutama setelah Deklarasi Kemitraan Strategis ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

SKB Indonesia-Rusia merupakan forum bilateral rutin untuk mengevaluasi, menindaklanjuti, dan memperluas kerja sama kedua negara. Melalui forum tersebut, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com