Ketua DPR RI Puan Maharani menilai paparan judi online terhadap anak-anak semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan intervensi serius dari berbagai pihak.
JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani menyoroti meningkatnya paparan perjudian daring atau judi online terhadap anak-anak di Indonesia. Ia menilai kondisi tersebut telah memasuki tahap mengkhawatirkan sehingga membutuhkan intervensi serius dari berbagai pihak.
Puan menyebut anak-anak kini menjadi kelompok paling rentan terdampak praktik judi online yang sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan kalangan dewasa. Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan pola penyebaran perjudian digital di tengah masyarakat.
“Fenomena perjudian online di Indonesia saat ini memasuki fase yang jauh lebih diinduksi. Jika sebelumnya praktik ini identik dengan orang dewasa, kini anak-anak menjadi korban paling rentan,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (22/05/2026).
Ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi memengaruhi masa depan generasi muda. Karena itu, diperlukan langkah konkret melalui pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum untuk menekan penyebaran praktik perjudian digital di kalangan anak-anak.
Puan juga mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam melindungi anak dari akses terhadap konten perjudian di ruang digital. Menurut dia, pengawasan penggunaan gawai dan internet menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Fenomena meningkatnya paparan judi online terhadap anak dinilai menjadi tantangan baru di era digital. DPR RI berharap langkah intervensi yang dilakukan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah dampak sosial yang lebih luas di masa mendatang. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan