Kasus baru Ebola kembali muncul di Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, di tengah keterbatasan akses akibat konflik bersenjata yang melibatkan kelompok M23.
KINSHASA – Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo mengonfirmasi munculnya kasus baru penyakit virus Ebola di wilayah Provinsi Kivu Selatan yang berada dalam pengaruh kelompok pemberontak M23, situasi yang menambah tantangan penanganan wabah di tengah keterbatasan akses keamanan dan layanan kesehatan di daerah tersebut.
Kasus tersebut dilaporkan terjadi di kawasan yang sulit dijangkau akibat kondisi keamanan yang tidak stabil, sehingga menyulitkan proses deteksi dini, penanganan pasien, dan pelacakan kontak. Provinsi Kivu Selatan sendiri merupakan salah satu wilayah yang kerap terdampak konflik bersenjata yang melibatkan kelompok M23.
Virus Ebola, yang dikenal sebagai penyakit menular berbahaya dengan tingkat kematian tinggi, kembali menjadi perhatian otoritas kesehatan setempat. Penanganan kasus ini dilakukan di tengah upaya terbatas dari tenaga medis dan lembaga kemanusiaan yang harus beroperasi dalam situasi konflik.
Informasi ini disampaikan oleh otoritas kesehatan setempat sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Jumat, (22/05/2026). Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa kondisi keamanan menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit.
Hingga kini, pemerintah dan mitra kesehatan internasional terus berupaya memperkuat respons darurat, termasuk peningkatan pengawasan epidemiologi dan pengiriman bantuan medis ke wilayah terdampak. Namun, akses terbatas akibat konflik masih menjadi tantangan utama dalam mencegah perluasan kasus Ebola di kawasan tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan