ilustrasi

Korban Pembakaran di Kobar Masih Kritis, Mantan Suami Siri Diburu Polisi

Siti Juhairiyah masih dirawat intensif dan menjalani operasi kedua setelah dibakar di sebuah angkringan, sementara terduga pelaku yang disebut mantan suami sirinya masih diburu polisi.

KOTAWARINGIN BARAT – Kondisi Siti Juhairiyah (29), korban pembakaran di sebuah angkringan di Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), masih kritis dan harus menjalani operasi kedua setelah mengalami luka bakar sekitar 80 persen. Sementara itu, terduga pelaku, Sendi Ramadan, yang disebut sebagai mantan suami siri korban, masih diburu polisi.

Siti kini menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalteng. Direktur RS Hanau Atet Kurniadi mengatakan korban masih menggunakan alat bantu napas dan mendapat tindakan medis lanjutan untuk merawat luka bakar berat yang dideritanya.

“Hari ini masuk kamar operasi yang kedua untuk merawat luka kembali. Kondisi secara umum masih sama, terpasang alat bantu nafas, kondisi disedasi untuk mengurangi nyeri. Sudah ada perbaikan tapi belum bisa dikatakan stabil,” ujar Atet, Rabu (17/06/2026).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 63, Rukun Tetangga (RT) 03/Rukun Warga (RW) 01, Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kobar, Sabtu (13/06/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, sebagaimana diberitakan Detik, Rabu, (17/06/2026). Saat itu, korban sedang membantu berjualan di angkringan.

Afifa, keponakan pemilik angkringan yang berada di lokasi kejadian, menyebut seorang laki-laki datang membawa bahan bakar sebelum api membakar tubuh korban.

“Ada laki-laki datang bawa pertamax lalu menyiramkan ke korban, lalu membakar dengan korek dan langsung kabur,” cerita Afifa, keponakan pemilik angkringan yang berada di lokasi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pangkalan Banteng Agung Sugiarto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban dan terduga pelaku sempat terlibat cekcok sebelum kekerasan terjadi.

“Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok. Tidak lama kemudian pelaku memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu,” ujar Agung.

“Dari rekaman yang beredar, pelaku terlihat mengenakan masker saat mendatangi tempat korban berjualan,” sambungnya.

Aksi itu juga terekam kamera closed-circuit television (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat berusaha menolong korban setelah api membakar tubuhnya.

“Para saksi melihat kobaran api yang telah membakar tubuh korban. Dalam kondisi terbakar, korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” ucap Agung.

Warga sempat berusaha mengejar terduga pelaku setelah kejadian. Namun, Sendi berhasil melarikan diri dari lokasi.

“Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah minimarket. Warga yang mengetahui kejadian sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor menuju arah Simpang Dinamika,” tambahnya.

Polisi menduga aksi kekerasan itu dipicu persoalan pribadi. Namun, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan motif dan rangkaian kejadian secara utuh.

“Diduga motif asmara. Antara korban dan pelaku sempat terjadi pertengkaran,” ujarnya.

Hingga Rabu (17/06/2026), terduga pelaku belum ditangkap. Kapolsek Pangkalan Banteng menyatakan pencarian masih terus dilakukan.

“Mohon doanya semoga segera ketangkap pelakunya,” kata Agung, Rabu (17/06/2026).

Kasus ini menjadi perhatian warga karena kekerasan terjadi di ruang publik dan menimpa korban yang sedang beraktivitas di tempat kerja. Polisi diharapkan segera menangkap terduga pelaku agar proses hukum dapat berjalan dan keluarga korban memperoleh kepastian. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com