Listrik Padam, Lalu Lintas Surabaya Kacau dan Palang Kereta Sempat Mati

Pemadaman listrik di Surabaya berdampak pada lampu lalu lintas, palang pintu perlintasan kereta api, dan kemacetan di sejumlah titik kota.

JAWA TIMUR – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Surabaya sejak Kamis (18/06/2026) hingga Jumat (19/06/2026) menguji kesiapan layanan keselamatan publik setelah lampu lalu lintas padam dan dua palang pintu perlintasan kereta api sempat tidak berfungsi otomatis.

Gangguan pasokan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) berdampak pada dua Jalur Perlintasan Langsung (JPL), yakni JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir. Di saat yang sama, tujuh simpang lampu lalu lintas di Surabaya juga padam bersamaan hingga memicu kemacetan di sejumlah titik.

Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, KAI Daop 8 Surabaya segera menambah petugas di lokasi setelah sistem palang pintu otomatis tidak berfungsi.

“KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah personel pengamanan di lokasi dan memasang rambu STOP secara manual. Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, waspada, serta mendahulukan perjalanan kereta api baik saat berfungsi maupun tidak berfungsinya palang pintu kereta api,” kata Mahendro, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (19/06/2026).

Petugas keamanan disiagakan di dua perlintasan tersebut untuk mengatur lalu lintas secara manual dan memastikan keselamatan pengguna jalan saat kereta melintas. Mahendro memastikan pasokan listrik kini telah kembali normal sehingga sistem palang pintu dapat beroperasi sebagaimana mestinya.

Dampak pemadaman juga terasa pada jaringan lampu lalu lintas kota. Petugas Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Abi Dwi Septianto mengatakan, tujuh simpang terdampak secara bersamaan, yakni ID 126 Balongsari-Tandes, ID 15 Pucang Anom-Pucang Anom Timur, ID 6 Diponegoro-Kartini, ID 11 Bubutan-Tembaan, ID 46 MERR-Kampus C, ID 124 Menganti-Driyorejo, serta ID 125 Lakarsantri-Made.

“Baru tiga yang bisa kita genset, karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan,” kata Abi.

Abi menyebut Dishub Surabaya telah menerima pemberitahuan dari PLN mengenai potensi gangguan. Namun, informasi yang diterima tidak menjelaskan secara rinci wilayah terdampak maupun durasi gangguan.

“Yang sudah menghubungi dari PLN Surabaya Utara saja. Tidak ada kepastian dari PLN berapa lama durasi gangguannya,” ujarnya.

Kemacetan akibat lampu lalu lintas padam turut dirasakan warga. Perempatan Jalan Kenjeran yang menghubungkan Jalan Putro Agung dan Jalan Kedung Cowek menjadi salah satu titik terparah dan ramai dibicarakan di media sosial pada Kamis (18/06/2026).

Ali Topan, warga Bulak Rukem, Kecamatan Bulak, mengaku terjebak kemacetan sejak siang. Menurut dia, antrean kendaraan sudah mengular di Jalan Kedung Cowek sejak pukul 14.00 WIB.

“Pikiran saya macet karena arus lalu lintas, setelah saya cek ternyata lampu lalu lintasnya mati. Sehingga arus lalu lintas semrawut, mulai Jalan Kedung Cowek hingga Jalan Kenjeran,” kata Ali.

Kemacetan masih terjadi saat Ali hendak pulang sekitar pukul 17.10 WIB. Perjalanan yang biasanya ditempuh sekitar 10 menit berubah menjadi hampir satu jam.

“Aku balik dari rumah orang tua itu pukul 17.10 WIB, kondisi dari arah Jembatan Suramadu ke Surabaya macet total. Selain lampu lalu lintas mati, ada truk mogok juga,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur (Jatim) Dana Puspita Sari menyampaikan, PLN masih melakukan manajemen beban untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

“PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” kata Dana.

Pemadaman listrik bergilir tersebut turut melanda sejumlah kawasan permukiman dan perkotaan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Di Surabaya, wilayah terdampak antara lain Simo Kwagean, Kebraon, Pakis Tirtosari, Kedondong, Lidah Wetan, GSI, Rungkut Mejoyo Selatan, Greges Jaya, Babatan Indah, Kedurus, Bintang Diponggo, Jambangan, Karangpilang, Pahlawan, Kutisari, dan Dukuh Kupang.

Di Sidoarjo, wilayah terdampak meliputi Pepelegi Indah dan Sekardangan. Sementara di Gresik, pemadaman terjadi di kawasan Kota Baru Driyorejo dan Kartini.

“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” kata Dana.

PLN belum merinci pembangkit yang mengalami gangguan maupun kepastian waktu pemulihan secara konkret. Dana menyebut proses penanganan masih berlangsung dan melibatkan koordinasi lintas pihak.

“PLN terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal serta keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan,” tambah Dana.

Gangguan listrik yang berdampak pada lalu lintas dan perlintasan kereta api tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem cadangan pada infrastruktur publik. Koordinasi lintas instansi diharapkan dapat diperkuat agar keselamatan warga tetap terjaga ketika gangguan serupa terjadi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com