Dua pengendara meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dan terbakar di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, dengan manuver menghindari lubang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan.
KUTAI TIMUR – Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan frontal yang memicu kebakaran di Jalan Poros Bengalon–Sangatta, dekat Simpang Perdau, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Senin (22/06/2026) sekitar pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, kecelakaan diduga terjadi ketika salah satu pengendara berusaha menghindari lubang hingga memasuki lajur berlawanan.
Kedua korban diketahui bernama Selmi Lovianti Malute (22), warga Desa Sepaso Barat, yang mengendarai Honda Genio bernomor polisi KT 2140 RFO, serta Baso Patahuddin (36), warga Desa Sepaso, yang mengendarai Yamaha Vixion bernomor polisi KT 3850 OR.
Kecelakaan bermula ketika Baso melaju dari arah Sangatta menuju Bengalon. Saat melintasi tikungan landai, ia diduga berusaha menghindari lubang yang berada di sisi kiri badan jalan.
Sepeda motor yang dikendarainya kemudian bergerak ke kanan hingga memasuki lajur berlawanan. Pada saat bersamaan, Honda Genio yang dikendarai Selmi melaju dari arah Bengalon menuju Sangatta.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan tertimpa kendaraan masing-masing.
Setelah tabrakan, diduga terjadi kebocoran bahan bakar yang tersulut percikan api akibat benturan. Kobaran api kemudian membakar kedua sepeda motor dan pengendaranya.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi luka bakar berat. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bengalon yang menerima laporan masyarakat segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, meminta keterangan saksi, dan melakukan olah TKP.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutim Fauzan Arianto melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bengalon Helmi Septi Saputro menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua korban.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah kecelakaan lalu lintas ini. Personel Polsek Bengalon segera melakukan penanganan cepat begitu menerima laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi, mengamankan TKP, melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi korban,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, faktor manusia untuk sementara diduga menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Namun, penyebab pasti peristiwa tersebut masih didalami berdasarkan keterangan saksi, kondisi jalan, dan pemeriksaan terhadap kedua kendaraan.
“Faktor manusia masih menjadi penyebab utama yang kami temukan dari hasil penyelidikan awal. Pengendara diduga kurang berhati-hati saat melakukan manuver menghindari lubang di badan jalan hingga masuk ke lajur berlawanan dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” jelasnya.
Helmi mengimbau pengguna jalan agar menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi ruas jalan yang rusak atau menikung.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu fokus saat berkendara, menjaga jarak aman, tidak melakukan manuver secara tiba-tiba, dan mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan. Kecelakaan dapat terjadi dalam hitungan detik dan dampaknya bisa sangat fatal sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa ini,” tegasnya.
Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) bersama Polsek Bengalon masih mendalami rangkaian kecelakaan tersebut untuk melengkapi proses penyelidikan. Kedua sepeda motor yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Polsek Bengalon juga menyatakan akan meningkatkan patroli dan edukasi keselamatan guna mengurangi risiko kecelakaan, khususnya pada ruas jalan yang rusak dan rawan kecelakaan. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan