Fasilitas Gas Qatar Meledak, 13 Tewas dan 66 Orang Terluka

Ledakan di fasilitas pengolahan gas Barzan menewaskan 13 orang dan melukai 66 lainnya, tetapi pemerintah Qatar memastikan fasilitas LNG serta kemampuan ekspor tidak terdampak.

DOHA – Qatar memastikan kemampuan ekspor gasnya tidak terdampak ledakan di fasilitas pengolahan gas Barzan, kompleks industri Ras Laffan, Minggu (21/06/2026) waktu setempat. Meski tidak mengganggu fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), kecelakaan industri tersebut menewaskan 13 orang dan menyebabkan 66 lainnya terluka.

Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi mengatakan para korban meninggal merupakan warga negara India dan Pakistan. Sementara itu, seluruh korban luka telah mendapat perawatan medis dan tidak ada yang dilaporkan berada dalam kondisi mengancam jiwa.

“Kehilangan tragis 13 nyawa yang memiliki kewarganegaraan India dan Paksitan. 66 orang dilaporkan terluka, dan sedang menerima perawatan medis, tidak ada satu pun yang dalam kondisi mengancam jiwa,” katanya dikutip dari Al Arabiya.

Ledakan terjadi di fasilitas Barzan yang berada di kawasan Ras Laffan, salah satu pusat utama industri energi Qatar. Peristiwa tersebut sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin, (22/06/2026), sempat memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap produksi dan pengiriman gas Qatar ke pasar internasional.

Al-Kaabi menegaskan ledakan tersebut tidak berdampak pada fasilitas LNG dan kemampuan ekspor negara itu. Fasilitas Barzan sendiri berperan memasok gas bagi kebutuhan pasar domestik Qatar.

Pemerintah Qatar juga membantah dugaan bahwa ledakan dipicu tindakan sabotase atau serangan. Berdasarkan pemeriksaan awal, insiden tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan teknis di lingkungan kerja.

“Ini adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau tindakan yang bersifat bermusuhan,” ujar Al-Kaabi.

QatarEnergy menyatakan belum menemukan indikasi bahwa ledakan menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas LNG. Perusahaan energi milik negara tersebut juga memastikan insiden tidak menimbulkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab teknis ledakan sekaligus mengevaluasi prosedur keselamatan di fasilitas pengolahan gas. Langkah tersebut diperlukan karena kecelakaan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar meskipun tidak mengganggu kegiatan ekspor.

Jaminan keberlanjutan ekspor menjadi perhatian penting karena Qatar merupakan salah satu pemasok LNG utama bagi pasar energi internasional. Namun, jatuhnya korban jiwa menegaskan pentingnya peningkatan standar keselamatan kerja dan pengawasan terhadap operasional fasilitas energi berisiko tinggi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com