Seorang pensiunan PNS mengaku kehilangan Rp5 juta setelah menyerahkan kartu ATM dan PIN kepada pria tak dikenal di Pasar Temenggung Djayakarti, Tamiang Layang.
BARITO TIMUR – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kehilangan uang Rp5 juta dari rekeningnya setelah diduga menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beserta nomor identifikasi pribadi (PIN) kepada pria tak dikenal di Pasar Temenggung Djayakarti, Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (22/06/2026).
Peristiwa itu terjadi ketika pasar mingguan sedang berlangsung. Korban mengaku didatangi seorang pria yang mengajaknya berbincang dengan alasan sedang mencari temannya.
Selama percakapan, korban mengaku kehilangan konsentrasi dan menuruti permintaan pria tersebut. Pelaku kemudian meminta atau meminjam kartu ATM Bank Kalteng milik korban dengan berbagai alasan.
Korban lalu menyerahkan kartu ATM beserta PIN kepada pria tersebut tanpa menyadari risiko yang mungkin terjadi. Setelah menerima kartu dan PIN, pria itu meninggalkan lokasi.
Beberapa saat kemudian, korban baru menyadari kartu ATM miliknya telah dibawa. Ia segera mengambil buku tabungan dan mendatangi Bank Kalteng Cabang Tamiang Layang untuk meminta pemblokiran rekening.
Namun, pemeriksaan rekening menunjukkan uang sebesar Rp5 juta telah keluar. Keterangan korban disampaikan melalui sebuah video yang beredar di media sosial (medsos), sebagaimana diberitakan Kalamanthana, Senin, (22/06/2026).
“Namun setelah dicek saldo tabungan telah raib sebanyak Rp5 juta,” ujarnya dalam video tersebut.
Korban menduga dirinya menjadi sasaran penipuan dengan modus hipnotis. Kendati demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada hasil penyelidikan maupun keterangan resmi mengenai cara pelaku memengaruhi korban.
Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian disebut belum menerima laporan resmi dari korban. Kondisi itu membuat identitas pelaku, rangkaian kejadian, dan metode penarikan uang dari rekening korban belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut.
Masyarakat diimbau tidak menyerahkan kartu ATM, PIN, kode transaksi, maupun data perbankan kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku hendak membantu. Korban atau warga yang mengetahui kejadian serupa juga diharapkan segera melapor ke kantor polisi agar aparat dapat melakukan penyelidikan dan mencegah munculnya korban lain. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan