Donald Trump mendesak pengecer BBM di AS segera menurunkan harga bensin dan menargetkan harga sekitar US$2,50 per galon.
WASHINGTON – Tekanan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mendesak pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) segera menurunkan harga jual bensin kepada masyarakat.
Trump menyampaikan desakan itu melalui platform Truth Social dan memperingatkan pengecer BBM agar tidak melakukan manipulasi harga. Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap harga energi di AS, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Selasa, (30/06/2026).
“Para pengecer bensin harus menurunkan harga mereka, segera,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Senin, dikutip dari Al Jazeera.
Trump menegaskan tidak boleh ada praktik kecurangan dalam penentuan harga BBM. Ia menyebut manipulasi harga sebagai tindakan ilegal dan memperingatkan konsekuensi serius apabila pengecer tidak menurunkan harga.
“Tidak akan ada manipulasi harga, yang sepenuhnya ilegal,” tulis Trump.
“Jika pengecer tidak melakukan ini, masalah besar akan muncul! Mulailah menargetkan harga sekitar US$2,50 per galon,” tulisnya.
Trump juga meminta para pengecer segera merespons pernyataannya dan menurunkan harga BBM bagi masyarakat AS.
“Para pengecer harus segera merespons pernyataan ini, dan melakukan apa yang mereka tahu benar – turunkan harga (BBM) anda untuk rakyat Amerika kita yang hebat!”
Selain menekan pengecer BBM, Trump menyoroti California. Ia mendesak negara bagian tersebut menurunkan pajak bensin karena dinilai membebani masyarakat.
“Segera pajak akan lebih tinggi daripada produk itu sendiri, dan Amerika Serikat tidak akan mentolerirnya, begitu pula rakyat California, yang dirugikan oleh pajak-pajak yang tidak masuk akal ini, dan oleh pemerintah mereka sendiri,” tulis Trump.
Gubernur California Gavin Newsom selama ini dikenal sebagai salah satu pengkritik Trump. Ia kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan Trump yang dianggap tidak adil.
Desakan Trump tersebut memperlihatkan bahwa harga BBM kembali menjadi isu politik dan ekonomi penting di AS. Pemerintah, pelaku usaha, dan otoritas negara bagian kini berada dalam tekanan publik untuk memastikan harga energi tidak semakin membebani masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan