Manajemen OT Group meminta maaf kepada umat Islam setelah polemik tantangan hafalan Al-Qur’an berhadiah miras memicu aksi unjuk rasa, sementara perkara tersebut masih diproses secara hukum.
JAKARTA – Manajemen Orang Tua (OT) Group menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam setelah muncul polemik tantangan menghafal surah Al-Qur’an dengan iming-iming hadiah minuman keras (miras) yang berujung pada aksi unjuk rasa di OT Building, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), Jumat (14/8).
Permohonan maaf tersebut disampaikan Direktur Newport OT Group Handoko Sasongko saat menemui massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mendatangi gedung perusahaan. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (14/08/2026), aksi itu merupakan bentuk protes terhadap tantangan yang dinilai telah melukai umat Islam.
“Izinkan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada khususnya umat Islam atas dugaan penistaan agama,” kata Handoko kepada massa.
Handoko mengatakan persoalan tersebut telah masuk dalam proses hukum. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk menangani perkara tersebut.
“Mohon izin, ini sudah masuk kepada ranah hukum yang lagi berproses untuk saat ini. Dan kita bersama-sama untuk menunggu hasil dari proses tersebut,” ucap Handoko.
Aksi massa sebelumnya berlangsung sejak sekitar pukul 13.40 WIB. Sejumlah kelompok hadir dengan menggunakan atribut organisasi masing-masing, di antaranya Front Persaudaraan Islam (FPI), Bang Japar, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten), dan Forum Betawi Rempug (FBR).
Perwakilan FPI Syahrul Ahadi mengatakan massa meminta OT Group menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Menurut dia, permintaan tersebut diharapkan dapat meredakan kemarahan umat Islam.
“Dalam hal ini kita meminta dari pihak pengelola, pihak Orang Tua secara langsung untuk menyampaikan permintaan maafnya. Saya harap langsung nanti di atas mobil komando. Dengan harapan apa? Justru dengan apa yang kita lakukan akan meredakan amarah umat Islam yang mereka telah tersakiti,” ujar Syahrul mengutip detikcom, Jumat (14/8).
Aksi tersebut sempat berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Outer Ring Road menuju OT Building. Kendaraan yang melintas di depan lokasi aksi hanya dapat menggunakan satu lajur menuju Kembangan.
Massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah aksi selesai, arus lalu lintas di depan OT Building kembali normal dan kendaraan dapat melintas di seluruh lajur.
Persoalan tersebut sebelumnya telah ditangani aparat kepolisian setelah muncul dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan tantangan hafalan Al-Qur’an pada konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut).
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Dua tersangka, yakni RES dan AK, ditahan setelah ditangkap pada Rabu (12/8).
“RES dan AK ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah penanganan perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin kepada wartawan, Kamis (13/7).
Dalam perkara itu, RES diduga berperan sebagai pembawa acara atau master of ceremonies (MC) yang berinteraksi di depan stan kegiatan. Sementara itu, tersangka M diduga melafalkan surah Ad-Dhuha melalui pengeras suara.
Tersangka I dan AK juga diduga memberikan tantangan kepada pengunjung untuk melafalkan surah Al-Ikhlas dan Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.
Keempat tersangka dijerat Pasal 300 dan/atau Pasal 301 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Permintaan maaf manajemen OT Group dan proses hukum yang berjalan kini menjadi dua perkembangan utama dalam penanganan polemik tersebut. Penyelesaian perkara selanjutnya diharapkan memberikan kepastian hukum sekaligus meredakan ketegangan yang muncul di tengah masyarakat. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan