Tata Kelola Pemerintahan Tabalong Naik Kelas dengan Lima Inovasi Digital

Bapperida Tabalong menerapkan lima inovasi digital untuk memperkuat perencanaan pembangunan, pelayanan publik, penanggulangan kemiskinan, pengelolaan data geospasial, dan evaluasi kinerja pemerintahan.

TABALONG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), memperkuat transformasi tata kelola pemerintahan melalui lima inovasi digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Kepala Bapperida Kabupaten Tabalong Arianto mengatakan, kelima inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Bapperida berkomitmen terus melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan pembangunan daerah, memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah, dan menghadirkan pelayanan publik yang kian cepat, tepat, transparan, serta akuntabel,” ujar Arianto sebagaimana diberitakan Antara, Senin (20/07/2026).

Lima inovasi yang diterapkan meliputi Sistem Indikator Makro Pembangunan Tabalong (SIMANTAB), Database Inovasi Daerah (DINDA), Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (SILANGKARR), Geoportal Integrasi Navigasi Spasial dan Informasi Geo-Hub Tabalong (G-INSIGHT), serta Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMOLEK-PeDe).

SIMANTAB dikembangkan untuk menyusun target pembangunan berdasarkan kondisi ekonomi, kapasitas fiskal daerah, faktor eksternal, dan berbagai skenario pembangunan. Sistem ini memanfaatkan metode analisis Shift Share, Tipologi Klassen, Location Quotient (LQ), serta Indeks Williamson guna menghasilkan perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning).

Pada sektor inovasi pemerintahan, DINDA menjadi pusat penyimpanan digital seluruh inovasi perangkat daerah. Melalui sistem tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melaporkan inovasi secara daring sepanjang tahun sehingga mempermudah proses verifikasi, pemantauan, hingga pelaporan Innovative Government Award (IGA).

“DINDA menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan karena setiap gagasan terdokumentasi rapi, mudah diakses, dan siap dikembangkan kembali,” jelas Arianto.

Bapperida Tabalong juga mengembangkan SILANGKARR untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan data warga miskin berbasis nama, alamat, dan titik koordinat. Sistem ini memudahkan perangkat daerah menentukan penerima bantuan secara lebih tepat serta memperbarui data langsung dari desa melalui aplikasi berbasis Android.

Sementara itu, G-INSIGHT mengintegrasikan data geospasial lintas sektor ke dalam satu geoportal untuk mendukung penyusunan kebijakan, pengendalian tata ruang, pelayanan investasi, dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, SIMOLEK-PeDe memungkinkan seluruh OPD melaporkan capaian pembangunan secara digital dan dapat dipantau secara real-time, sehingga proses pemantauan, evaluasi, dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.

Melalui penerapan lima inovasi tersebut, Bapperida Tabalong optimistis kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah akan semakin meningkat sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com