Pekan Gawai Dayak IV di Putussibau menjadi ruang pelestarian tradisi, penguatan persatuan masyarakat, dan pengenalan budaya Dayak kepada generasi muda.
KAPUAS HULU – Pekan Gawai Dayak (PGD) IV Kabupaten Kapuas Hulu resmi dibuka di Lapangan Sepak Bola Uncak Kapuas, Putussibau, Selasa (21/07/2026), sebagai ruang pelestarian adat, penguatan identitas budaya, dan pemersatu masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan membuka rangkaian kegiatan tersebut melalui prosesi pemukulan gong. Prosesi itu menjadi penanda dimulainya agenda budaya yang menghadirkan beragam ritual adat dan pertunjukan seni masyarakat Dayak.
Kegiatan tersebut, sebagaimana diberitakan DPRD Kapuas Hulu, Selasa, (21/07/2026), dihadiri masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, dan anggota legislatif.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati lokasi kegiatan. Rangkaian pembukaan berlangsung semarak dengan menampilkan nuansa budaya Dayak melalui prosesi adat dan pertunjukan kesenian daerah.
PGD IV tidak hanya menjadi arena perayaan tradisi, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarmasyarakat serta mengenalkan kekayaan budaya Kapuas Hulu kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kapuas Hulu Yanto turut menghadiri pembukaan kegiatan bersama Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD (PIA DPRD) Kapuas Hulu Yulina Saba.
Kehadiran DPRD Kapuas Hulu menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap upaya pelestarian adat dan pengembangan kebudayaan sebagai salah satu potensi strategis daerah.
Selain Yanto, pembukaan PGD IV dihadiri Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Topan Ali Akbar serta anggota DPRD Kapuas Hulu, yakni Antonius Jugah, Antonius Thambun, Monika Montes, Baraun, Hambali, dan Landa.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapuas Hulu, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau perwakilannya, serta sejumlah tamu undangan juga mengikuti rangkaian pembukaan.
Pelaksanaan PGD IV diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat Dayak sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerah. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan