Sebanyak 32 pasangan calon pengantin dan dua pasangan yang telah menikah mengikuti pembekalan untuk memperkuat kesiapan mental, pengetahuan, dan spiritual dalam membangun rumah tangga.
BONTANG – Sebanyak 32 pasangan calon pengantin mengikuti bimbingan pranikah yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk memperkuat kesiapan mental, pengetahuan, dan spiritual sebelum membangun rumah tangga, Rabu (22/07/2026).
Kegiatan tersebut juga memfasilitasi dua pasangan suami istri yang telah menikah, tetapi belum memiliki sertifikat bimbingan perkawinan. Secara keseluruhan, panitia mengundang 50 pasangan melalui tiga wilayah Kantor Urusan Agama (KUA) di Bontang.
Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Binwin Catin) se-Bontang berlangsung di Aula Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang. Program tersebut mengusung tema “Menuju Rumah Tangga Baity Jannaty”.
Kegiatan itu diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang bersama Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Bontang. Pemkot Bontang juga melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) melalui KUA sebagai bagian dari penguatan materi bimbingan perkawinan.
Kepala KUA Kecamatan Bontang Utara Jony AR dan Kepala KUA Kecamatan Bontang Selatan Hartono dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan mengenai kesiapan membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawadah, dan warahmah.
Kegiatan dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Bontang Anwar Sadat yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. Ia mengapresiasi kolaborasi DP3AKB dan GKS dalam mempersiapkan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang yang telah berkolaborasi dengan DP3AKB Kota Bontang untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam mempersiapkan fondasi terpenting dalam masyarakat, yaitu keluarga,” ujarnya menegaskan keberpihakan pemerintah.
Menurut Anwar, pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Karena itu, calon pengantin memerlukan bekal yang menyeluruh untuk menghadapi persoalan rumah tangga dan tantangan kehidupan modern.
“Pernikahan adalah gerbang untuk membangun peradaban baru. Membangun keluarga yang kokoh memerlukan kesiapan yang matang, tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga ilmu pengetahuan, kesiapan mental, dan spiritual,” katanya.
Pelaksanaan Binwin Catin tersebut, sebagaimana diberitakan Ppid Setda, Rabu (22/07/2026), merupakan bagian dari upaya Pemkot Bontang memperkuat ketahanan keluarga dan ketahanan sosial sebagaimana diarahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memahami hak dan kewajiban suami istri, mampu mengelola persoalan keluarga, serta memiliki kesiapan dalam mendidik generasi penerus. Program serupa juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak calon pengantin agar keluarga yang dibangun memiliki kualitas dan ketahanan yang lebih baik. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan