Peringatan Hari Anak Nasional di Sangatta Utara menjadi momentum mengajak orang tua dan guru menerapkan pengasuhan tanpa bentakan serta memperkuat pendidikan dan pemenuhan gizi anak.
KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan orang tua dan tenaga pendidik agar tidak membentak anak karena dapat menekan kondisi psikologis mereka. Pesan itu disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kecamatan Sangatta Utara yang diikuti sekitar 4.000 peserta di halaman Kantor Camat Sangatta Utara, Kamis (23/07/2026).
Kegiatan yang digagas Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Sangatta Utara tersebut mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan Anak”. Rangkaian kegiatan meliputi senam bersama, minum susu, makan ikan, dan lomba olahan ikan yang diikuti perwakilan komite sekolah.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan bahwa pendidikan dan pengasuhan harus dilakukan dengan pendekatan yang menjaga kenyamanan serta kesehatan mental anak. Orang tua dan guru diminta memilih cara berkomunikasi yang tidak menimbulkan rasa takut ataupun tekanan psikologis.
“Jangan bentak anak. Cari cara yang paling baik, cari cara yang paling enak supaya anak kita itu jangan sampai tertekan kondisi psikologisnya,” kata Ardiansyah di hadapan anak-anak, guru, dan orang tua.
Ardiansyah juga menyoroti peran anak-anak saat ini sebagai generasi yang akan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurut dia, kualitas pendidikan, perlindungan, dan pola asuh menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi tersebut di tengah bonus demografi Indonesia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, lanjutnya, telah menerapkan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sertifikat PAUD juga dijadikan salah satu persyaratan bagi anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Bunda PAUD Kutim Siti Robiah turut menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan dan keluarga yang aman serta penuh kasih sayang. Larangan membentak anak, menurut dia, merupakan salah satu bentuk perlindungan yang harus diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari.
“Bentuk kasih sayang ini salah satunya yaitu tidak membentak anak, sehingga anak-anak kita merasa nyaman dan juga merasa terlindungi,” kata Siti Robiah.
Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua yang menyekolahkan anak sejak jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Pendidikan sejak usia dini dinilai berperan dalam membentuk mental dan karakter anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Kalau anak-anak disekolahkan mulai dari TK, insyaallah mentalnya terbentuk dan karakter baiknya juga terbentuk, sehingga dia akan siap menghadapi pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Selain pendidikan, Siti Robiah meminta orang tua memperhatikan kecukupan dan keseimbangan asupan gizi anak. Pemenuhan gizi diperlukan agar pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sesuai tahapan usia serta catatan perkembangan masing-masing.
Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Sangatta Utara Hasdiah mengatakan peringatan HAN tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk menciptakan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan terlindungi. Kegiatan itu dilaksanakan atas kerja sama Bunda PAUD Kecamatan Sangatta Utara, IGTKI Sangatta Utara, dan sejumlah organisasi mitra (ormit).
“Kegiatan ini terselenggara atas inisiasi dari Bunda PAUD Kecamatan dan juga IGTKI Kecamatan beserta ormit yang lainnya,” ujar Hasdiah.
Hasdiah menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari 47 TK serta 27 lembaga Kelompok Bermain (KB) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Peserta terdiri atas 830 anak kelompok A, sebanyak 389 anak dari KB dan SPS, serta 2.330 anak kelompok B. Kegiatan juga melibatkan 160 guru pendamping dengan jumlah keseluruhan peserta dan undangan diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang.
“Harapan kami kepada seluruh orang tua murid yang hadir pada hari ini, momentum Hari Anak Nasional ini mari kita membimbing anak kita dan memberikan makanan yang bergizi untuk tumbuh kembang anak,” kata Hasdiah.
Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya pendampingan, perlindungan psikologis, pendidikan sejak usia dini, dan pemberian makanan bergizi. Olahan berbahan dasar ikan yang disajikan dalam kegiatan itu juga diharapkan dapat mendorong keluarga membiasakan konsumsi pangan bergizi untuk menunjang tumbuh kembang anak. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan