Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas strategis Iran, sementara ketegangan di sekitar Selat Hormuz terus meningkat.
TEHERAN – Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran di Iran untuk malam ke-12 berturut-turut. Operasi tersebut menyasar fasilitas maritim, lokasi penyimpanan rudal dan pesawat nirawak (drone), pusat pengawasan pesisir, serta aset pertahanan udara Iran sebagai bagian dari operasi militer yang masih berlangsung.
Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command atau CENTCOM) menyatakan operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial dan pelaut sipil di kawasan perairan regional, terutama di sekitar Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan ancaman akan meningkatkan respons militer apabila terjadi serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.”AS akan menghancurkan satu jembatan atau satu pembangkit listrik untuk setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz.”
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara kedua negara dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas jalur pelayaran internasional, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia, sebagaimana dilansir Detiknews, Kamis (23/07/2026). Perkembangan situasi tersebut terus menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap keamanan kawasan dan rantai pasok energi global. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan