Dominasi Taiwan dalam produksi chip semikonduktor canggih menjadikan stabilitas industri tersebut berpengaruh besar terhadap rantai pasok dan perekonomian global.
NEW DELHI – Ketergantungan dunia terhadap industri semikonduktor Taiwan menjadi perhatian di tengah meningkatnya persaingan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Lebih dari 90 persen chip semikonduktor paling canggih di dunia diproduksi di Taiwan, sehingga setiap gangguan terhadap rantai pasok berpotensi memengaruhi perekonomian global.
Semikonduktor merupakan komponen utama dalam berbagai produk berteknologi tinggi, mulai dari telepon pintar, kendaraan listrik (electric vehicle atau EV), pesawat terbang, hingga sistem pertahanan. Dominasi Taiwan dalam produksi chip membuat stabilitas industri tersebut memiliki peran penting terhadap keberlangsungan berbagai sektor industri dunia.
Ketergantungan tersebut pernah terlihat saat pandemi Covid-19. Pada periode itu, kelangkaan chip semikonduktor memaksa sejumlah produsen otomotif menghentikan proses produksi karena terganggunya pasokan komponen utama.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa rantai pasok semikonduktor global masih bertumpu pada sebagian kecil produsen di kawasan Asia Timur. Situasi ini mendorong sejumlah negara berupaya memperkuat kapasitas industri semikonduktor domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap satu wilayah produksi, sebagaimana dilansir Detiknews, Kamis (23/07/2026). []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan