Wabup HSS Pimpin Program Penguatan Kapasitas Ulama di Jatim

Sebanyak 50 peserta dari HSS mengikuti program peningkatan wawasan ulama di Jawa Timur untuk memperkuat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, dan moderasi beragama di daerah.

HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) meningkatkan kapasitas para tokoh agama melalui program peningkatan wawasan ulama di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu diikuti 50 peserta sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan sekaligus pembinaan generasi muda di HSS.

Program yang berlangsung pada 16-19 Juli 2026 tersebut dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Hulu Sungai Selatan (HSS) Suriani. Peserta terdiri atas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSS, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis taklim, ustaz, mubalig, serta pejabat pendamping dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) HSS.

Selama berada di Jatim, rombongan mempelajari pengelolaan pendidikan di SMA Taruna Madani Pasuruan yang mengintegrasikan prestasi akademik, kedisiplinan, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan. Selain itu, peserta juga berdiskusi mengenai pengelolaan pondok pesantren, pembinaan akhlak santri, dan penguatan tradisi keilmuan Islam di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah.

Rangkaian kegiatan turut diisi ziarah ke sejumlah makam Wali Songo dan ulama, antara lain Maqam Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Gresik, Maqam Abdul Hamid Pasuruan, Maqam Habib Hasan Baharun di Pondok Pesantren Dalwa, Maqam Guru Bangil, serta menghadiri Haul Bangil.

Wabup HSS Suriani menilai ulama memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat sekaligus membangun karakter masyarakat.

“Tantangan teknologi dan perubahan sosial saat ini menuntut kita semua, termasuk para ulama, untuk terus meningkatkan kapasitas agar mampu memberikan pembinaan yang adaptif, moderat, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Wabup HSS sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (25/07/2026).

Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh selama studi lapangan di Jatim dapat diterapkan untuk memperkuat pembinaan pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda di HSS.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten HSS Muhammad Zailani bersama para ustaz dan pimpinan pondok pesantren mengapresiasi dukungan Pemkab HSS dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mereka berharap kolaborasi antara ulama dan pemerintah daerah terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan dan mewujudkan masyarakat HSS yang religius, sejahtera, serta berakhlak mulia. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com