Festival Nariuk VI menarik ribuan pengunjung sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM, kesenian tradisional, dan potensi wisata Desa Pulau Patai.
BARITO TIMUR – Festival Nariuk VI tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga menggerakkan perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat potensi wisata Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim). Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati kawasan Lubuk Ulu Padang untuk mengikuti festival tahunan tersebut, Sabtu (25/07/2026).
Kehadiran ribuan pengunjung memberikan dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan selama festival. Stan kuliner, kerajinan, dan berbagai produk lokal dipadati masyarakat sehingga mendorong peningkatan transaksi dan perputaran ekonomi warga setempat.
Festival Nariuk VI dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Bartim Adi Mula Nakalelu. Kegiatan tersebut menghadirkan pertunjukan seni tradisional, hiburan rakyat, dan sejumlah aktivitas yang melibatkan masyarakat, sebagaimana diberitakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bartim, Sabtu, (25/07/2026).
Wabup Bartim mengapresiasi panitia, pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat yang konsisten mempertahankan Festival Nariuk hingga memasuki penyelenggaraan keenam. Keberlanjutan festival dinilai menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi muda.
Pemkab Bartim juga menyatakan akan terus mendukung penyelenggaraan kegiatan budaya yang mampu memperkuat identitas daerah. Dukungan tersebut diarahkan agar pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Selain menjadi sarana hiburan, Festival Nariuk mempertemukan pelaku usaha, seniman, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat dalam satu agenda bersama. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat kebersamaan sekaligus memperluas ruang promosi produk dan kesenian lokal.
Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan Festival Nariuk telah berkembang menjadi salah satu agenda budaya yang memiliki daya tarik bagi masyarakat. Penyelenggaraan secara berkelanjutan juga membuka peluang bagi Desa Pulau Patai untuk dikenal sebagai tujuan wisata berbasis tradisi dan kearifan lokal.
Festival Nariuk VI diharapkan terus dikembangkan melalui peningkatan promosi, penguatan keterlibatan pelaku UMKM, dan penyajian atraksi budaya yang lebih beragam. Pengembangan tersebut diperlukan agar festival mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bartim. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan