Pelajar Se-Kaltara Adu Wawasan Kebangsaan di Tarakan

LCC Empat Pilar MPR RI menjadi sarana membentuk pelajar Kaltara yang kritis menghadapi informasi digital sekaligus mampu menjaga persatuan di wilayah perbatasan.

TARAKAN – Generasi muda di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong menjadi penjaga persatuan sekaligus mampu menyaring informasi di tengah derasnya arus teknologi digital. Penguatan karakter kebangsaan itu dilakukan melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tingkat Provinsi Kaltara 2026 di Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (25/07/2026).

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang membuka kompetisi yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah di kabupaten dan kota se-Kaltara. Pembukaan ditandai dengan pemetikan sape, alat musik tradisional masyarakat Dayak.

Zainal menilai pemahaman kebangsaan memiliki arti penting bagi Kaltara sebagai provinsi perbatasan yang dihuni masyarakat dengan beragam latar belakang suku, agama, dan budaya. Generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter kuat untuk menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi investasi untuk membentuk generasi yang memiliki semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air,” kata Zainal, sebagaimana diberitakan Pemprov Kaltara, Sabtu (25/07/2026).

Menurut Zainal, LCC Empat Pilar MPR RI tidak boleh hanya dipandang sebagai kompetisi untuk menguji kemampuan menghafal materi. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan menjadi pedoman ketika menghadapi persoalan sosial maupun perkembangan informasi di ruang digital.

Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Nilai-nilai tersebut harus dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Zainal mengatakan penguatan ideologi dan pembinaan karakter menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi bonus demografi dan menyongsong Indonesia Emas 2045. Pelajar juga diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai kebangsaan.

Di tengah perkembangan teknologi, para pelajar diminta tidak menerima setiap informasi secara mentah. Kemampuan berpikir kritis dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman diperlukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi bohong, provokasi, maupun narasi yang berpotensi memecah persatuan.

Selain memperkuat wawasan kebangsaan, kompetisi tersebut menjadi ruang pertemuan bagi pelajar dari berbagai daerah di Kaltara. Peserta didorong memperluas persahabatan, membangun kerja sama, dan mempererat persaudaraan selama mengikuti perlombaan.

Zainal juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Menang atau belum menjadi juara bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah terus belajar, menghargai sesama, bekerja sama dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” pungkasnya.

Melalui LCC Empat Pilar MPR RI, pelajar Kaltara diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan konstitusi, tetapi juga mampu menerapkan nilai Pancasila, menjaga keberagaman, dan menjadi benteng persatuan di wilayah perbatasan maupun ruang digital. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com