Panen Perdana Telur Kaltara Mulai Pasok Program Pemenuhan Gizi

Produksi lokal baru memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan telur Kaltara, sementara bantuan 6.500 ekor ayam petelur mulai menghasilkan dan memasok layanan pemenuhan gizi.

BULUNGAN – Kalimantan Utara (Kaltara) masih bergantung pada pasokan telur dari luar daerah karena produksi lokal baru memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan masyarakat. Untuk memperkecil kesenjangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mulai mengandalkan peternakan rakyat yang dikembangkan melalui bantuan 6.500 ekor ayam petelur kepada empat kelompok tani.

Hasil awal program itu ditandai dengan panen perdana telur oleh Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Bumi Rahayu, Sabtu (25/7/2026). Produksi kelompok tersebut bahkan mulai memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanjung Selor.

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menghadiri panen perdana sekaligus syukuran usaha ayam petelur tersebut. Kegiatan itu menjadi evaluasi awal atas bantuan peternakan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara Tahun 2025.

Program tersebut, sebagaimana dilansir Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kaltara, Sabtu, (25/07/2026), diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, menyediakan sumber protein dengan harga lebih terjangkau, dan meningkatkan pendapatan peternak.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan panen perdana telur dari kandang yang dibangun melalui program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggunakan APBD Tahun 2025,” ujar Zainal.

Menurut Zainal, panen perdana menunjukkan bahwa bantuan pemerintah dapat berkembang menjadi usaha produktif ketika disertai gotong royong, kerja keras, kemauan belajar, dan pendampingan yang berkelanjutan.

Ia menilai hasil tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni, melainkan langkah awal menuju kemandirian pangan. Terlebih, telur yang diproduksi Kelompok Tani Tunas Harapan telah diserap untuk mendukung layanan pemenuhan gizi dan dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

“Harapan kami, keberadaan kandang-kandang ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Kalimantan Utara,” katanya.

Meski produksi mulai berjalan, Kaltara masih menghadapi tantangan besar karena sekitar 70 persen kebutuhan telur belum dapat dipenuhi dari dalam daerah. Kondisi tersebut membuat pasokan dan harga telur lokal masih dipengaruhi distribusi dari luar Kaltara.

Karena itu, Zainal mengharapkan dukungan pemerintah pusat melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kaltara untuk membangun lebih banyak kandang ayam petelur. Penambahan kapasitas produksi dinilai penting agar pasokan lokal meningkat dan ketergantungan terhadap daerah lain dapat dikurangi.

Pada 2025, Pemprov Kaltara menyalurkan 6.500 ekor ayam petelur kepada empat kelompok tani. Kelompok Sumber Makmur di Desa Apung menerima 1.800 ekor ayam dan dua unit kandang, sedangkan Kelompok Tani Tunas Harapan memperoleh 1.900 ekor ayam dan dua unit kandang.

Kelompok Garuda Perbatasan di Desa Jelarai Selor dan Kelompok Lasindra Putra di Desa Sajau Hilir masing-masing memperoleh 1.400 ekor ayam petelur beserta dua unit kandang. Dengan demikian, setiap kelompok tidak hanya menerima ternak, tetapi juga sarana produksi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan Pemprov Kaltara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, BRMP Kaltara, penyuluh pertanian, serta kelompok peternak. Kolaborasi itu mencakup penyaluran bantuan, pendampingan teknis, pengelolaan kandang, dan pengembangan pemasaran hasil produksi.

Panen perdana turut dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Wahyuni Nuzband, Kepala BRMP Kaltara Didik Raharjo, para ketua kelompok peternak, Kepala Desa (Kades) Bumi Rahayu, dan tokoh masyarakat.

Keberlanjutan produksi empat kelompok penerima bantuan diharapkan dapat memperluas pasokan telur untuk program pemenuhan gizi, menjaga keterjangkauan harga, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan secara bertahap memperkuat kemandirian pangan Kaltara. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com