Demo Besar Guncang India, Pemerintah Tetap Blokir Internet Seluler

Pemerintah India memperpanjang penghentian layanan internet seluler saat demonstrasi akibat dugaan kebocoran soal ujian kedokteran terus berlangsung dan memicu tuntutan reformasi sistem pendidikan.

NEW DELHI – Pemerintah India memperpanjang penghentian layanan internet seluler hingga hari kelima berturut-turut sebagai langkah pengamanan di tengah gelombang demonstrasi yang masih berlangsung di ibu kota, New Delhi. Kebijakan tersebut diterapkan ketika aksi protes yang dipicu dugaan kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran terus menarik dukungan masyarakat.

Meski akses internet dibatasi dan sejumlah layanan transportasi umum ikut terdampak, para demonstran menegaskan aksi mereka tidak akan surut. Mereka tetap berupaya mendatangi lokasi unjuk rasa untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah.”Mereka bisa memutus akses internet, layanan kereta metro, dan bus, tapi apa hasilnya? Tidak ada. Orang-orang yang ingin bergabung dalam protes akan tetap datang,” ujar seorang pengunjuk rasa, Rahul Raj, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Jumat (25/07/2026).

Gelombang protes bermula dari dugaan kebocoran soal ujian masuk fakultas kedokteran yang mengharuskan lebih dari dua juta peserta mengikuti ujian ulang. Peristiwa tersebut memicu kritik terhadap sistem penyelenggaraan ujian nasional dan mendorong tuntutan reformasi di sektor pendidikan.

Selain meminta perbaikan menyeluruh terhadap sistem ujian, para demonstran juga mendesak Menteri Pendidikan India mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas persoalan tersebut.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah India dijadwalkan kembali menggelar perundingan dengan para pemimpin gerakan protes Generasi Z guna mencari jalan keluar atas krisis yang berkembang.

Aksi tersebut dinilai menjadi tantangan terbesar dari kalangan pemuda terhadap pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak mulai menjabat pada 2014. Tuntutan demonstran juga mendapat dukungan dari partai-partai oposisi, sehingga turut mengganggu jalannya sidang parlemen musim hujan yang baru dimulai pekan ini.

Sementara itu, ribuan pendukung Partai Cockroach Janata (CJP) tetap menggelar unjuk rasa di pusat Kota New Delhi meskipun 18 stasiun kereta metro ditutup selama empat hari. Otoritas setempat juga membatasi akses menuju lokasi demonstrasi sebagai bagian dari pengamanan.

Perkembangan situasi di New Delhi akan sangat bergantung pada hasil perundingan antara pemerintah dan perwakilan demonstran. Hingga kini, kebijakan pembatasan akses internet masih diberlakukan untuk mengendalikan situasi keamanan di ibu kota India. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com