Pengurus FKUB Kukar 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

Pemkab Kukar memperkuat kerukunan antarumat beragama dan pendidikan karakter generasi muda untuk menghadapi peningkatan keberagaman masyarakat sebagai daerah penyangga IKN.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat ketahanan sosial sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan untuk menghadapi peningkatan keberagaman masyarakat sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Upaya itu ditandai dengan pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kukar periode 2026–2031 dan pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026, Sabtu (25/07/2026).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengukuhkan pengurus FKUB Kukar yang dipimpin Harunu Rasyid sekaligus membuka Pusdiklat Paskibraka di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Dua agenda tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga persatuan masyarakat dan membentuk karakter generasi muda.

Aulia mengatakan, Kukar membutuhkan situasi sosial yang aman dan harmonis agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, daerah juga memerlukan generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memiliki kemampuan kepemimpinan.

“Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan miniatur Indonesia. Hampir seluruh suku, agama, dan adat istiadat ada di daerah ini. Selama kepemimpinan Bapak Edi hingga berakhir pada tahun 2025, bukan berarti tidak ada persoalan terkait kerukunan. Namun seluruh permasalahan dapat diselesaikan dengan baik melalui dialog, kebersamaan, dan semangat menjaga perdamaian,” ujar Aulia.

Dalam kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir Prokom Kukar, Sabtu, (25/07/2026), Aulia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar Edi Damansyah yang menerima penghargaan sebagai Bapak Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama.

Menurut Aulia, pengukuhan FKUB dan pembukaan Pusdiklat Paskibraka merupakan dua kegiatan dengan sasaran berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui persatuan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Para peserta Pusdiklat Paskibraka diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

“Anak-anak yang mengikuti Pusdiklat Paskibraka hari ini adalah matahari terbitnya Kabupaten Kutai Kartanegara. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan dengan integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian kepada daerah,” katanya.

Sementara itu, FKUB Kukar diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam merawat komunikasi antarumat beragama, menyelesaikan persoalan melalui dialog, serta mencegah munculnya konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kita tidak mungkin membangun Kabupaten Kutai Kartanegara dengan baik tanpa kondusivitas dan persatuan di antara seluruh masyarakat. Kukar tidak akan maju tanpa kerukunan yang terus dijaga dan diperkuat,” tegasnya.

Aulia menilai tantangan menjaga kerukunan akan semakin besar seiring posisi Kukar sebagai salah satu daerah penyangga IKN. Mobilitas penduduk dari berbagai wilayah diperkirakan meningkatkan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat di Kukar.

“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk terus memperkuat semangat toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai sehingga Kabupaten Kutai Kartanegara tetap menjadi daerah yang aman, harmonis, dan kondusif,” ujarnya.

Penguatan kerukunan dan pendidikan karakter juga ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara DMI Kukar dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

OPD yang terlibat meliputi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat pembinaan masyarakat, pendidikan karakter, dan pemberdayaan generasi muda.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan Anugerah Gelar Ketokohan kepada Edi Damansyah sebagai Bapak Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama selama memimpin Kukar hingga 2025.

Kolaborasi antara Pemkab Kukar, FKUB, DMI, dan berbagai OPD diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus melahirkan generasi muda yang siap melanjutkan pembangunan di tengah perubahan sosial dan pertumbuhan kawasan IKN. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com